Mengalami Kehadiran Gembala yang Baik

2
2,014 views

DALAM Injil hari ini, Yesus menggambarkan diri sebagai pintu dan gembala. “Akulah pintu, barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput”. Terdapat hubungan antara pintu dan gembala. Dikatakan, Yesus adalah pintu bagi kawanan domba. Dia juga gembala bagi kawanan domba.

Pintu dipakai untuk membuka dan menutup jalan. Pintu dibuka bagi yang berwenang. Yang tidak berwenang tidak dapat masuk. Gembala dengan kawanan domba berhak masuk, karena Dialah pemilik pintu dan sebagai gembala itu.

Dengan menggambarkan diri sebagai pintu, Yesus mengajarkan bahwa zaman baru telah dimulai. Yesuslah pintunya.

Yang masuk melalui Yesus sebagai pintu selamat. Mereka berhak untuk menikmati padang rumput, keadaan sejahtera.

Dengan menggambarkan diri sebagai gembala, Yesus menjadi pemimpin yang mengenal kawanan domba. Gembala biasanya menuntun kawanan domba menuju ke padang rumput dan tempat minum air. Dia berada di depan.

Kawanan domba mengikutinya. Gembala bertanggungjawab terhadap kawanan domba. Dia menggembalakan kawanan domba dengan kasih. Dia bukanlah orang upahan. Juga dikatakan, kawanan domba mengenal suaranya.

Gembala mengenal kawanan dombanya. Kawanan domba mengikuti gembala, karena gembala mengenal domba, demikian sebaliknya kawanan domba mengenal gembalanya.

Yesus adalah gembala yang baik. Sebagai gembala yang baik, Dia selalu mengenali kawanan domba.

Apa yang bisa direnungkan dan diresapkan? Pertama, kita dapat mengarahkan diri kepada Sang Gembala. Kedua, kita dapat mengalami kehadiran Gembala yang baik, sang Empunya kawanan domba.

Bagaimana supaya kita bisa mengarahkan kepada Sang Gembala? Kita membuka budi dan hati kepadaNya. Membuka diri untuk dikenali Sang Gembala sejati. Kita dapat mengalami kehadiran gembala yang baik dengan menyadari anugerah-anugerah hidup yang kita rasakan.

Domba-domba itu mengikuti sang gembala. Mengikuti bukan berarti meniru, melainkan meniti jalan yang dibuka oleh yang berjalan di muka menuju ke padang rumput.

Di dalam kesadaran para pengikut Yesus, pemimpin bukanlah dia yang meniru gembala sang empunya kawanan tadi, apalagi mengambil alih kedudukannya sebagai pemilik kawanan.

Yang diberi kedudukan memimpin juga mengikuti dia yang menyapa satu persatu tadi. Mereka ini membantu agar kawanan bisa lebih melihat siapa yang berjalan di muka.

Siapa saja yang merasa diajak memimpin juga akan memberi tahu sang empunya kawanan bila ada dari antara kawanan yang tertinggal dan tak menemukan jalan.

Tuhan Yesus, buatlah kami semakin mengalami kehadiran gembala yang baik dalam kehidupan kami.

Romo Wartaya Winangun SJ, pastur Paroki Santa Maria Tangerang; sebelumnya Direktur Kursus Pertanian Taman Tani (KPTT) Salatiga, Jawa Tengah.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here