Mengapa Mesti Berbuat Baik?

0
230 views
Ilustrasi: Berbuat baik. (Ist)

Bacaan 1: Yer 18:18 – 20
Injil: Mat 20:17 – 28

SERING terjadi saat dalam pelayanan, ada saja orang tidak puas apa yang kita lakukan. Masih mending, mereka hanya tidak puas. Kadang-kadang masih diikuti dengan makian dan marah atas pelayanan yang dilakukan.

Kadang seseorang sangat mudah jatuh dalam kesombongan dan menganggap diri paling pintar.

Perlu diingat bahwa Tuhan Yesus memilih para rasul bukan berasal dari golongan orang pandai namun justru orang-orang sederhana tapi tulus bekerja melayani Tuhan.

Setiap mengalami perlakuan tidak semestinya dalam pelayanan, wajar seseorang merasa sedih dan kecewa. Merasa sudah berbuat baik dan maksimal namun tetap tidak diterima. Diperlakukan betul-betul seperti pelayan atau hamba. Merasa putus asa sehingga terbersit keinginan,

“Tuhan bolehkah aku berhenti berbuat baik?”

Situasi ini juga dialami Nabi Yeremia, yang mendapat pengutusan Allah mengingatkan bangsanya Israel agar tidak berbuat jahat serta tidak menyembah berhala.

Namun Yeremia justru dianggap sebagai penghalang bagi mereka, sehingga diancam akan dibunuh.

Nabi Yeremia pun mengeluh kepada Tuhan,

“Perhatikanlah aku, ya TUHAN, dan dengarkanlah suara pengaduanku. Akan dibalaskah kebaikan dengan kejahatan? Namun mereka telah menggali pelubang untuk aku. Ingatlah bahwa aku telah berdiri di hadapan-Mu, dan telah berbicara membela mereka, supaya amarah-Mu disurutkan dari mereka.”

Yeremia sudah melaksanakan kehendak-Nya dan membela bangsa Israel namun ditolak.

Demikian juga Tuhan Yesus, Ia telah berbuat baik, mewartakan Kabar Gembira Allah agar banyak orang diselamatkan pada hari Tuhan. Namun Yesus juga ditolak oleh bangsa Yahudi bahkan diserahkan kepada bangsa kafir, untuk disesah, diolok-olok bahkan dibunuh.

Sebagai pengikut-Nya, kita diminta untuk minum piala yang diminum-Nya. Namun jangan membayangkan itu adalah piala juara. Itu adalah piala penderitaan, kita diminta ikut menderita bersama-Nya. Ikut disesah, diolok-olok, dianiaya dan bahkan dibunuh karena nama-Nya.

Berbuat baik dan melayani Tuhan adalah kewajiban. Namun jangan seperti ibu anak-anak Zebedeus, yang meminta sebuah kehormatan bagi anak-anaknya kelak dalam kerajaan-Nya.

Tempat di kiri dan kanan Tuhan adalah tempat yang sangat terhormat. Tempat yang telah disediakan Tuhan kepada siapa Ia telah menyediakannya.

Berada di sebelah kiri dan kanan seseorang tentu adalah mereka yang telah benar-benar dipercaya.

Diterima masuk dalam kerajaan-Nya saja, kita sudah bersyukur. Namun untuk itu, kita harus mau jadi pelayan; sebuah jabatan yang tidak terhormat.

Pesan hari ini

Saat ditolak tentu sangat menyakitkan namun tidak perlu kecewa sebab itu adalah piala yang harus diminum, ikut menderita bersama-Nya. Dan jangan pernah minta berhenti berbuat baik melayani-Nya.

“Menyakitkan rasanya ketika memiliki seseorang dalam hatimu, namun tidak dalam dekapanmu. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here