Mengapa Saya Harus Memaafkan?

0
227 views
Memaafkan. (Ist)

Bacaan 1: Dan 9:4b – 10
Injil: Luk 6:36 – 38

MANUSIA itu tentu sangat kecil dan sungguh lemah dihadapan-Nya. Tidak ada manusia yang hidup tanpa kesalahan dan dosa kecuali Bunda Maria dan Tuhan Yesus.

Karena kelemahan inilah, kadang seseorang pernah menyakiti orang lain.

Sebagai manusia normal, tentu sangat marah bahkan membenci saat disakiti. Namun apakah itu membuatmu lega?

Seburuk-buruknya orang melakukan kesalahan tentu ia juga pernah berbuat kebaikan, ini yang sering dilupakan orang.

Satu hal lagi, kembali ke rumusan awal bahwa tidak ada manusia sempurna jadi saya pun pasti juga pernah berbuat salah kepada orang lain.

Memaafkan bukan tentang menyetujui tindakan, melegalkan, menyangkal, atau mengabaikan sebuah tindakan. Orang bilang meminta maaf sangat sulit padahal memaafkan jauh lebih sulit.

Daniel berdoa kepada Allah, setelah ia merasakan bahwa sudah saatnya bangsa Israel dilepaskan dari kesesakan dalam pembuangan berdasarkan nubuat Yeremia.

Tujuh puluh tahun hampir berlalu dan masih tidak ada petunjuk mengenai pemulihan dan izin kembali yang dijanjikan; karena itu Daniel sangat cemas.

Namun Daniel berdoa tidak dengan cara mengungkit-ungkit kesalahan orang lain, menyumpahi bangsa Persia namun lebih menonjolkan kelemahan dan kesalahan yang pernah dibuat bangsanya. Dengan jujur Daniel mengakui ketidaktaatan bangsanya atas kehendak-Nya.

Daniel memohon ampun dan meminta maaf kepada-Nya atas kesalahan bangsanya.

“Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu…”

Jika Daniel mau mengakui kesalahan dan meminta maaf, maka Tuhan Yesus mengajak kita untuk memberi maaf.

“Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni… Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Semakin mengingat kesalahan orang maka akan membuat diri ini semakin marah, semakin sakit hati, tidak bisa “move on”.

Pesan hari ini

Meminta maaf dan memaafkan adalah hal tersulit namun bukan berarti menyerah melakukannya.

Bermurah hatilah seperti Bapa. Ingat “The Golden Rule”, apa yang tidak kamu sukai jangan dilakukan kepada orang lain sebab kamu akan menerima ukuran yang sama.

Menyimpan amarah dan dendam membuatmu tertekan sepanjang hidup. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here