Mengapa Tuhan Jauh dari Saya?

0
1,120 views

Setelah perayaan ekaristi, seorang pemuda berparas elok menemui saya di pintu belakang gereja.

“Romo, saya ….”

Kalimatnya terhenti. Ia menutupi wajahnya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

Saya menantinya.

Ia menarik nafas panjang.

“Mengapa Tuhan itu jauh dari saya?”

Paras eloknya tertutupi beban berat hidup. Ia bahkan canggung untuk mengangkat kepalanya saat berbicara dengan saya.

“Apa yang harus saya perbuat agar Tuhan kembali dekat dengan saya?”

“Tak sesuatu pun.”

“Tak sesuatu pun?”

Keheranannya atas jawaban saya mendongangakkan kepalanya. Ia menemukan keberanian menatap saya.

“Tak sesuatu pun.”

“Saya tak perlu berbuat sesuatu pun agar Tuuhan kembali dekat dengan saya?”

“Tuhan mencarimu. Ia menjumpaimu dimanapun hidup kamu berada saat ini.”

Tangannya kembali menutupi wajahnya. Terdengar isak dari sela-sela tangannya.

Lalu kedua tangan yang dikeringkan dengan bajunya menjabat erat tangan saya.

“Kalaupun ada sesuatu yang perlu engkau lakukan, rasanya engkau akan dapat melakukannya. Datanglah. Tuhan menanti kedatanganmu kembali.”

Tangannya kembali menjabat erat tangan saya. Air matanya kembali deras mengalir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here