Mengarungi 2022 dengan Yakin

0
225 views
Mengarungi 2022 dengan yakin.

Bacaan 1: Neh 8:3-5a. 6-7. 9-11
Bacaan 2: 1Kor 12:12-30
Injil: Luk 1:1-4; 4:14-21

AKHIR tahun 2021 kemarin, kantor di mana saya bekerja mengadakan acara “family gathering and outbound”.

Tujuan dari acara ini adalah untuk mempererat relasi satu sama lain dalam kerja.

Dalam sebuah perusahaan pastilah terdiri dari beberapa departemen dengan tugas masing-masing.

Ada manajemen, bagian keuangan, sales, legal, produksi, IT dan Personalia atau HRD.

Masing-masing punya peran saling melengkapi.

Tidak ada satu bagian pun pantas mengatakan bahwa mereka adalah departemen paling penting. Maka untuk menghilangkan “ego-department” diadakanlah “family gathering”.

Kami jadi saling mengenal, siap bekerjasama, saling mengisi demi kemajuan bersama mengarungi tahun 2022.

Demikian pula Gereja, terdiri dari banyak anggota saling melengkapi dalam satu tubuh Kristus.

“Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh… Karena itu, jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.”

Demikian kata Rasul Paulus menanggapi perpecahan jemaat Korintus.

Jemaat Korintus terpecah-pecah dalam kelompok pengajar tertentu. Mereka saling “claim” paling bagus. Ada kelompok Apolos, Kelompok Paulus dan kelompok Kefas.

Orang Kristen dipersatukan dalam pembaptisan menjadi satu tubuh dalam Kristus dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

Tuhan Yesus saat mengajar di rumah ibadat mengatakan, agar jemaat percaya pada kuasa Allah yang senantiasa menyertai setiap saat.

Tidak perlu takut karena tidak sempurna.

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku…”

Setelah kembali dari pembuangan, orang Israel akhirnya kembali bisa beribadat di Bait Allah yang telah dibangun kembali.

Tembok Yerusalem pun telah selesai dibangun, Yerusalem di restorasi.

Puncaknya, Ezra sebagai ahli kitab dan Nehemia selaku penguasa tampil dalam ibadat di Bait Allah. Mereka dibantu oleh orang-orang Lewi mengajarkan hukum Musa.

Jemaat dengan tekun mendengarkan sejak pagi hingga tengah hari.

“Tenanglah. Hari ini adalah kudus. Jangan kamu bersusah hati,” demikian peneguhan mereka.

Pesan hari ini

Gereja terdiri dari banyak anggota dengan tugas masing-masing, saling melengkapi, bergandengan tangan menggapai cita-cita kemuliaan-Nya.

Perbedaan karunia seharusnya dipandang sebagai kesempatan bersinergi, mengarungi tahun 2022.

“Setiap manusia diciptakan dengan keunikan masing-masing untuk saling melengkapi. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here