Menggenapi, Bukan “Ganep-Ganep”

0
288 views
Seperti ikan, seperti Ahli Taurat yang baik dan buruk by Pericop

Puncta 09.06.21
Rabu Biasa X
Matius 5:17-19

ADA pepatah mengatakan, “Timun wungkuk jaga imbuh.”

Artinya timun yang buruk disiapkan untuk menggenapi timbangan supaya tepat ukuran.

Para pedagang di pasar biasa menyiapkan timun-timun yang bungkuk (buruk) untuk tambah-tambah, jika timbangan belum seimbang.

Apakah menggenapi seperti itu yang dimaksud Yesus dalam kutipan Injil ini?

Pasti bukan.

Pertama, Yesus tidak bisa disamakan dengan timun bungkuk. Kedatangan Yesus bukan sekedar “tambah-tambah” tetapi kedatangan-Nya untuk menyempurnakan Hukum Taurat.

Yesus berkata, “Janganlah kalian menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”

Kita bisa bertanya, apa yang belum genap di dalam Kitab Taurat?

Kitab Taurat adalah kitab yang berisi perintah atau larangan-larangan bagi Bangsa Israel. Karena itu perintah, maka yang belum ada adalah pelaksanaannya.

Yesus datang untuk melaksanakan dan mengajarkannya.

Misalnya, kepada pemuda kaya yang berkata, “Semuanya itu (Hukum Taurat) telah kuturuti, apa yang masih kurang?”

Yesus menjawab, “Pergilah, juallah segala milikmu, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.”

Mengikuti Yesus adalah cara bagaimana Dia telah dengan sempurna melaksanakan Hukum Taurat.

Dalam kisah perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati, Yesus bertanya kepada pemimpin Yahudi, “Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.”

Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian.”

Menggenapi berarti melaksanakan hukum tertulis itu dengan perbuatan kasih. Yesus adalah hukum kasih Allah yang hidup. Dialah penggenapan hukum Taurat.

Mari kita mengikuti Dia.

Orang marah matanya merah menyala.
Orang bahagia senyumnya mengembang dimana-mana.
Teladan adalah pelajaran hidup yang nyata.
Mari kita mengasihi dengan tindakan sesungguhnya.

Cawas, sehat dan semangat…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here