Menghadapi Masalah tanpa Kekerasan

0
230 views
Menghadapi masalah tanpa Kekerasan.

Bacaan 1: Za 8:20 -23
Injil: Luk 9:51 – 56

DALAM banyak hal sering kita lihat seseorang melakukan balas dendam karena suatu masalah yang dialaminya.

Akar dari balas dendam tersebut tentu saja adalah sikap marah.

Marah sebagai salah satu dosa pokok, akan menghasilkan dosa lainnya. Hal ini bisa dilihat saat melakukan balas dendam. Barangkali dengan kekerasan yang diciptakannya, akan menghasilkan seseorang terbunuh. Itulah buah dosa pokok.

Kekerasan bukan cara terbaik untuk menghadapi sebuah masalah, justru ia akan menciptakan masalah baru.

Kekerasan juga sangat tidak cocok dengan ajaran Tuhan Yesus, yaitu kasih, pengampunan, kerendahan hati dan lainnya.

Hari ini Tuhan Yesus memberi teladan bagaimana seharusnya menghadapi suatu masalah. Ditolak seseorang tentu sangat menyakitkan, apapun itu.

Yesus ditolak orang Samaria gara-gara Ia akan menuju Yerusalem, kota yang mungkin sangat mereka benci. Seperti kita ketahui, orang Samaria bermusuhan dengan orang Yahudi.

“Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”

Demikian Yakobus dan Yohanes mengungkapkan emosi mereka.

Akan tetapi Yesus berpaling dan menegor mereka. Yesus memilih mengajak mereka pergi ke desa yang lain.

Yesus memilih menghindari konflik dan tetap fokus melaksanakan tugas-Nya menebus dosa manusia ke Yerusalem.

Nabi Zakharia bernubuat, bahwa suatu ketika mereka yang pernah menolak Tuhan akan berbalik. Mereka akan berusaha melunakkan hati Tuhan dan mencari-Nya.

“Kami mau pergi menyertai kamu, sebab kami telah mendengar bahwa Allah menyertai kamu.”

Pesan hari ini

Masalah tidak perlu diselesaikan dengan masalah baru (kekerasan). Lebih baik menghindari dan tetap fokus pada tujuan perjalanan hidup yang sedang dijalani.

Mengalahkan ego itu sangat penting.

“Tetaplah setia dalam iman sampai akhir dan Tuhan akan memberimu mahkota kehidupan. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here