Menghadirkan Kerajaan Allah di Tengah Pandemi

0
268 views
Acara pemberkatan fasilitas isoman pasien Covid-19 di Syantikara Shelter pertengahan Juli 2021. (Kongregasi Suster CB)

Puncta 01.09.21
Rabu Biasa XXII
Lukas 4: 38-44

DALAM acara rekoleksi UNIO, Romo Rudy Hartono dari Jakarta mensyeaingkan pengalamannya membuka Pusat Pastoral Samadi menjadi shelter untuk para pasien isoman (isolasi mandiri).

ia mengajak para frater untuk mendampingi para isoman. Rumah retret diubah menjadi tempat pendampingan bagi mereka yang terpapar dan bergejala covid-19.

Waktu itu, pasien covid-19 membludag sampai tak tertampung di rumah sakit. Para frater dan staf Seminari Tahun Rohani KAJ lalu berbelarasa dan peduli bagi mereka yang sakit.

Tidak hanya menyediakan tempat. Tetapi juga mendampingi para pasien secara rohani dan mentalnya agar mereka tetap bersemangat dan cepat sembuh.

Begitu pula di Yogyakarta.

Suster-suster CB membuka Syantikara menjadi tempat isoman. Rumah Retret Panti Semedi Klaten dan Wisma Nasaret di Semarang juga menampung para penderita covid.

Di tempat-tempat lain, dengan caranya masing-masing, Gereja hadir membuka diri dan berbelarasa dalam situasi pandemi ini. Karya Yesus masih tetap berlangsung dan aktual di zaman ini.

Dari rumah ibadat di Kapernaum, Yesus pergi ke rumah Simon. Ibu mertua Simon sakit demam. Yesus datang menyembuhkannya.

Dan banyak orang sakit datang kepada Yesus untuk disembuhkan. Bahkan mereka yang kerasukan roh jahat pun dibebaskan.

Tidak hanya mereka yang sakit fisik yang disembuhkan, bahkan orang-orang yang dikuasai setan pun dibebaskan.

Itulah tandanya bahwa Kerajaan Allah sudah datang. Yesus, Anak Allah membawa misi keselamatan.

Orang sakit disembuhkan. Kuasa setan dikalahkan. Allah meraja dan hadir secara nyata di tengah-tengah kita.

Karya para frater di Samadi Klender, Suster-Suster CB di Syantikara dan karya amal kasih di banyak tempat lain menunjukkan bahwa Kerajaan Kasih yang dibawa Yesus sungguh nyata hadir menjawab kebutuhan zaman.

Tiada henti-hentinya Yesus menyembuhkan banyak orang sakit. Karya Yesus itu kini diteruskan dalam diri banyak orang.

Kita semua dipanggil untuk menghadirkan Kerajaan Allah yang menyelamatkan.

Sebab itulah yang disabdakan Yesus, “Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”

Apakah anda juga merasa diutus untuk bermisi dengan Yesus?

Kita bisa bermisi dengan cara kita masing-masing di mana kita berada. Ada banyak orang membutuhkan uluran tangan kita.

Di situlah kita diutus menghadirkan Kerajaan Allah. Apa yang bisa kita buat untuk menolong mereka?

Mari lakukan, jangan tunda.

Burung terbang tinggi ke udara,
Menembus awan dan mega-mega.
Yesus berkeliling kemana-mana,
Sembuhkan yang sakit dan menderita.

Cawas, penuh berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here