Menjadi Pelayan

0
410 views
Ilustrasi - Tak bisa mendengar karena telinga tuli. (Ist)

Kamis, 29 April 2021

Bacaan I: Kis 13:13-25
Injil: Yoh 13:16-20

“MUSTAHIL, jika kamu bisa bertahan,” kata seorang teman dengan serius.

“Bukan seperti di komunitas lain yang senantiasa diwarnai dengan kebersamaan. Di paroki itu, kamu akan berhadapan dengan ‘orang sulit’ yang tidak pernah peduli dengan teman,” kata teman tadi.

“Tergantung kita juga. Bagaimana kita membawa diri dan berusaha menyesuaikan diri,” kata teman yang lain.

“Jangan takut dan jangan datang dengan persepsi yang tidak baik,” kata teman yang lain lagi.

“Informasi dari orang yang pernah tinggal bersamanya itu sebaiknya anggap saja sebagai masukan untuk lebih hati-hati,” kata mereka.

Setelah tiga tahun tinggal bersama, ada beberapa hal yang saya dengar dulu, memang benar. Namun banyak hal yang tidak saya temukan dalam interaksi bersama.

Sahabat yang dikatakan sebagai ‘orang sulit’ itu ternyata orang yang baik dan sama sekali tidak menyulitkan orang lain; apalagi teman serumah.

Dia memang tegas. Juga menuntut komunikasi yang jelas. Ini esuatu yang sangat wajar dalam hidup bersama.

Jika saja waktu itu, saya terlalu mendengar omongan teman-teman dan menjadikan omongan mereka sebagai pegangan, maka saya akan kehilangan kesempatan untuk mengalami perjumpaan secara pribadi dengan sahabat saya itu.

Diterima atau ditolaknya kita dalam hidup bersama sering kali sangat tergantung dalam pembawaan diri kita. Dan dalam cara kita bersikap dan bertindak.

Banyak orang yang mengalami kesulitan adaptasi dengan teman serumah yang baru dan juga dengan umat, karena orang tidak mau belajar dan mendengarkan.

Dalam karya reksa pastoral, sikap ramah dan jujur serta rendah hati menjadi langkah awal yang paling berkenan di hati teman sekomunitas dan juga umat beriman.

Dalam menjalankan pengutusan, kita tidak bekerja sendiri dan demi projek pribadi kita. Namun kita bekerja atas nama Tuhan yang telah memberikan pengutusan kepada kita.

Misi pengutusan Tuhan begitu jelas menjadi pelayan bagi unat.

Tidak ada karya yang lebih utama selain mengikuti Sang Guru kita, yakni melayani sesama dengan rendah hati.

Sejauh mana kita setia pada tugas pelayanan yang dipercayakan kepada kita?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here