Menjadi Saudara Satu Sama Lain

0
378 views
Ilustrasi: Iman, Persaudaraan, dan Kasih by Romo Suhud SX

BESOK, Rabu 26 Januari 2022, Yesus menyampaikan ajaran yang mendalam dan sekaligus menantang. Itu dikatakan waktu Dia sedang mengajar dan dikelilingi banyak orang.

Karena saudara dan ibu-Nya tidak bisa masuk atau mendekat, orang menyuruh supaya memanggil Dia.

Kata orang itu, “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.” (Mrk 3: 32).

Tetapi Dia menjawab, “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-Ku?” (Mrk 3: 33).

Sambil melihat orang di sekeliling-Nya Dia berkata, “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” (Mrk 3: 34-35).

Apa yang orang-orang di sekitar-Nya lakukan waktu itu?

Mendengarkan Dia. Itulah yang dikehendaki Bapa-Nya, yakni supaya orang mendengarkan Dia (bdk Mat 17: 5).

Di sini mendengarkan itu lebih dari sekedar memasang telinga dan menyimak kata-kata. Tetapi menaati dan melaksanakan.

Tuhan menghendaki supaya orang mencintai.

Dengan mencintai Tuhan dan sesama orang melakukan hukum yang utama (kehendak Tuhan).

Hukum itu ringkas, padat dan jelas. Namun sangat sulit dilaksanakan.

Itulah ujian sepanjang hidup; sulit sekali lulus.

Jauh lebih mudah mengatakan dan melakukan yang sebaliknya. Misalnya, membenci, memaki, memfitnah dan memecah belah.

Namun membuat hidup bersama gerah dan masyarakat resah.

Contoh konkretnya sedang terjadi. Ada seseorang yang menghina masyarakat tertentu. Kini dia harus berhadapan dengan konsekuensi adat dari masyarakat itu.

Kebencian, yang tak pernah Tuhan tanamkan membuat orang bermusuhan.

Tuhan menghendaki agar orang melakukan kehendak-Nya, yakni mencintai.

Bila orang saling mencintai, mereka menjadi saudara satu sama lain.

Rabu, 26 Januari2022
Peringatan St.Timotius dan Titus, uskup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here