Menolong Orang Depresi

0
315 views
Ilustrasi: Sakit. (Ist)

DEPRESI adalah suatu kondisi berupa perasaan sedih berkepanjangan yang menyebabkan kita kehilangan semangat, tidak ada gairah hidup, jadi emosional, rasa bersalah, kurang percaya diri, selalu minder, dan berpikiran negatif.

Semuanya ini disebabkan karena kondisi hidup yang kita alami setiap hari, cobaan datang silih berganti.

Misalnya kehilangan orang-orang terdekat, perpisahan, masalah ekonomi dalam keluarga, faktor lingkungan seperti trauma dan pelecehan seksual, keinginan yang tidak tercapai karena minimnya kesadaran akan kekurangan dan kelemahan sendiri dll.

Depresi dan emosi adalah hal yang wajar jika itu masih bisa dikendalikan, bila sudah di luar kendali,  maka itu yang perlu dikhawatirkan. Itu berarti ada pergolakan batin yang tidak stabil sedang mengganggu jiwa seseorang.

Jika semuanya ini sudah masuk dalam kehidupan kita,marilah kita berusaha mencari solusi yang terbaik, karena jika semuanya ini kita biarkan, akan mengganggu aktifitas kita setiap hari, kita akan cepat putus asa dan berdampak pada pikiran untuk bunuh diri.

Depresi bukanlah masalah perorangan tetapi masalah sosial yang sering terjadi belakangan ini, karena itu kita semua bertanggungjawab untuk mencegah agar penyakit depresi ini tidak merajalela di tengah kehidupan masyarakat, karena depresi bukanlah masalah sepele, jangan biarkan dia berlarut menguasai kehidupan kita.

Mendekatkan diri pada Tuhan

Mencari Tuhan dan membuka diri kepadaNya adalah salah satu cara agar kita bisa keluar dari keterpurukan.

Kehidupan memang tidak selalu berjalan mulus, kadang berbagai cobaan dan badai menghampiri yang dapat menggoyahakan iman kita,kita harus lebih kuat dari semuanya itu, carilah pertolongan dari Tuhan, serahkan semua beban kita kepadaNya.

Marilah kita terus berharap  pada kekuatan dan penghiburanNya, seperti yang di nubuatkan oleh Nabi Yosua 1: 9: “Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan Allahmu menyertai engkau, kemana pun engkau pergi.’’

Janganlah kita berpaling dari padaNya berserulah kepadaNya, seperti dalam Injil Matius7: 7 yang mengatakan: “Mintalah maka  akan diberikan kepadamu, carilah maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan di bukakan bagimu.’’

Jawaban dari setiap apa yang kita minta dari Tuhan tentu saja tidak semuda yang kita pikirkan, bukan dengan sekali minta kita langsung mendapatkannya, tetapi harus terus menerus sampai Allah mendegarkan kita.

Kita diajak untuk selalu tekun dalam berdoa, karena Allah mengetahui apa yang kita butuhkan, yang walaupun kadang kita tidak selamanya mengerti apa yang kita butuhkan yang bisa membuat kita benar-benar bahagia, yang membuat kita berguna dan berarti baik bagi Tuhan maupun sesama.

Jika kita jadikan doa itu sebagai gaya hidup dan sesuatu yang dibutuhkan setiap hari, maka sebesar apa pun kesulitan dan masalah hidup yang kita alami pasti selalu ada jalan keluarnya, tergantung dari keterbukaan hati kita pada Tuhan dan sesama. Itu karena  Allah tidak pernah meninggalkan anak-anakNya yang datang berseru kepadaNya.

Marilah kita terus meminta pertolongan Tuhan tanpa mengenal lelah sampai Dia mendengarkan kita, serahkanlah segala keluh kesah, masalah, dan tantangan apa saja yang kita hadapi ke dalam tanganNya yang kudus.

Allah mencintai setiap ciptaanNya dan tak membiarkan kita hilang dari pandanganNya. Allah mencintai kita dengan tulus dan percuma. Cinta di dunia ini tidak ada yang abadi, tapi cinta Allah untuk anakNya kekal selama-lamanya.

Pertolongan orang lain, mulai diri sendiri

Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berinteraksi dengan orang lain, peran orang orang lain dalam kehidupan kita sangat penting.

Marilah kita membuka diri pada orang yang kita percaya, kepada dokter, psikolog untuk segera mendapat bantuan dan terapi atau pun hanya untuk mengungkapkan segala yang kita pendam agar tidak menimbulkan luka-luka batin yang sulit disembuhkan.

Jika kita selalu menyendiri, kurang bergaul, kurang komunikasi kurang peduli dengan dunia  sekitar kita, orang lain tidak mungkin mengenal kita. Karena itu, berusahalah untuk bisa menjalin komunikasi dengan sesama.

Mari kita saling berbagi cerita, suka duka dalam hidup, menikmati hidup apa adanya tanpa harus menunggu kesempurnaan. Dalam hidup ini, tidak ada yang sempurna.

Kita semua sama punya cacat cela masing-masing, tidak ada yang hidupnya nyaman. Semua punya masalah dan kesulitan; entah besar atau kecil. Itu tergantung bagaimana kita menghadapi masalah tersebut.

Jangan menunggu hal-hal besar untuk kita bisa bahagia. Mulailah dari hal-hal kecil; dari hasil karya kita sendiri,merasa puas dengan apa yang kita  lakukan. Jangan hanya menjadi penonton melihat keberhasilan orang lain; tapi berusahalah untuk jadi pemeran.

Di saat kita dihantui oleh perasaan takut untuk maju, minder, kurang percaya diri, berusahalah untuk usir perasaan ini  jauh-jauh. Karena ini hanya penghambat untuk meraih kesuksesan.

Walaupun cobaan datang sili berganti, tapi tetaplah berjuang. Kita harus lebih kuat dari tantangan itu.

  • Cukuplah berharap kepada orang lain untuk kita memulai sesuatu, tetapi mulailah dari diri sendiri.
  • Cukup berharap tunggu kesempatan yang baik untuk memulai, karena kesempatan itu tidak akan datang jika kita terus bersembunyi dan  tidak mempunyai kemauan untuk memulai.
  • Berusahalah mengubah gaya hidup kita.
  • Lakukan sesuatu yang berguna dan berarti.
  • Jangan selalu menyendiri.
  • Jangan mengambil keputusan, saat dikuasai emosi yang tingggi.
  • Ingatlah kitab 2Tawarik15: 7 mengatakan “Kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu karena ada upah bagi usahamu.’’
  • Tetaplah semangat dalam menjalankan sesuatu, karena Tuhan akan memperhitungkan semuanya untuk kita.

Menolong orang  depresi

Membantu orang yang depresi bukanlah perkara yang mudah dilakukan. Karena sangat dibutuhkan banyak kesabaran, waktu cukup untuk mereka, selalu bersedia kapan saja mereka butuh.

Aspek yang paling penting dalam menjalankan tugas ini adalah kita harus lebih banyak mendengar dan mengerti apa yang sedang terjadi padanya, kurangi nasihat-nasihat dan penilaian yang kurang menyenangkan. Biarkanlah dia berbicara sampai dia puas dan jangan potongi topik pembicaraanya.

Jika dia tidak inginberbicara, jangan sesekali memaksanya. Hargailah waktunya dan tunggu sampai kapan saja dia siap untuk berbicara.

Berusahalah untuk memberi perhatian semaksimal mungkin, saat dia berbicara dan sesekali ulangi kata-yang dia ucapkan agar dia tahu dan mengerti bahwa dia sedang diperhatikan dan didengarkan.

Jika perlu ajaklah dia untuk bepergian dan bersenang-senang bersama.

Jangan sampai lupa berdoalah untuknya minta petunjuk dari Tuhan agar segala usaha dan kerja keras kita membuahkan hasil. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here