Merancang Masa Lansia Bahagia di Wisma Lansia Harapan Asri

0
561 views
Wirawan Natapraja hidup tenang, nyaman, dan bahagia di Wisma Lansia Harapan Asri Banyumanik, Semarang (Mathias Hariyadi)

MASA tua dan masuk umur lansia kadang sungguh menjadi momok menakutkan bagi semua orang.

Nanti sudah tidak bisa apa-apa lagi. Harus ikut anak atau menantu. Nanti jangan-jangan kapiran, tidak terjamin hidupnya, dan seterusnya.

Merancang umur lansia dengan gembira untuk hidup bahagia

Usai pensiun dari kerja di dunia perbankan di Nganjuk, Jawa Timur, Pak Wirawan (87) dan isterinya yang berprofesi apoteker (83) memutuskan sesuatu yang lain.

Mereka berdua dengan niat kuat ingin merancang hidup masa depan mereka. Ketika sama-sama berdua sudah masuk usia lansia.

Tentu sajadengan perspektif lain. Juga dengan cara berbeda.

Mensyukuri apa yang sudah terjadi.

Wisma Lansia Harapan Asri di Banyumanik, Semarang

Dan sekarang, inilah saatnya mulai mendesain masa depannya -ketika sudah masuk usia lansia- dengan tidak hidup bersama di dalam rumah anggota kerabat dekat.

Tapi di Wisma Lansia Harapan Asri. Yang dikelola oleh para bruder Kongregasi Santo Aloysius (CSA) di Banyumanik, Semarang.

Mengapa demikian?

“Karena anak-anak saya -dua orang saja- dan semuanya sejak lama sudah krasan tinggal di luar negeri. Di Amerika. Hanya tinggal kami berdua saja di Nganjuk,” kata Pak Wirawan menjawab Titch TV di Banyumanik, 9 Juni 2022.

Ya. Daripada susah-susah sendiri harus mengatur hidupnya berdua -dan apalagi sudah umur lansia begini- rasanya jauh lebih dan mending tinggal hidup “duduk manis” di Wisma Lansia Harapan Asri di Banyumanik, Semarang ini.

Justru karena wisma lansia untuk semua golongan anggota masyarakat ini diampu tata kelola hariannya di tangan para Bruder CSA.

Tentu saja dibantu dengan tenaga-tenaga anda seperti para perawat dan kunjungan dokter secara rutin.

“Karena di Wisma Lansia Harapan Asri ini, praktis semua kebutuhan hidup ada dan itu dilayani. Kita tinggal menikmati hidup sisa hidup berikutnya -di umur lansia ini- secara indah, tenang, nyaman, dan bahagia. Sebelum akhirnya dipanggil Tuhan,” kata Pak Wirawan menjawab Titch TV dengan roman wajah super ceria dan pede hati.

Kredit: Titch TV, Juni 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here