Meski Tiarap karena Pandemi Covid-19, OMK Keuskupan Malang Tetap Bangkit

0
139 views
Orang-orang yang bekerja di belakang layar program talkshow "OMK Bangkit, meski Dunia Sakit" di Keuskupan Malang.

MANUSIA pada umur tertentu -usia OMK- secara alamiah memiliki kecenderungan mudah mengalami gangguan. Tetapi tidak selalu gangguan itu perlu dituruti atau terjadi.

Apa yang sudah disampaikan oleh Romo Teguh O.Carm kiranya bisa membantu kita semua -khususnya orang muda- untuk bisa bangkit. Untuk bisa terhindar dari aneka macam persoalan; khususnya yang disebabkan oleh pandemi.

Kata kuncinya adalah agaer supaya orang muda tetap bangkit. Yakni dengan tetap menjalin relasi yang begitu intim dan menggembirakan dengan Yesus.

Demikian kesimpulan dari sesi pertama yang disampaikan oleh moderator talkshow Romo Dimas.

Sedangkan pada sesi kedua disimpulkan demikian.

Tentang kewarasan-kesehatan mental, kita jangan berhenti pada stres. Tapi bagaimana kita bisa mengatasi stres, mengurangi risiko-risiko yang menyebabkan stres.

Intinya tetap gembira. Tetap sukacita, karena di sekitar kita ada hal-hal yang bisa mendukung kita untuk melawan stres.

Asal kita mau membuka pikiran dan membuka hati.

Talkshow dengan tema, “OMK Bangkit, Meski Dunia Sakit” dihelat dalam bingka kerjasama antara Komisi Kepemudaan dan Komisi Keluarga Keuskupan Malang.

Berlangsung hari Selasa 1 Juni 2021 dengan homebase di Pastoran Koasi Paroki Pagas-Malang.

Para fasilitator pemantik diskusi dalam program acara talkshow “OMK Bangkit, meski Dunia Sakit” untuk OMK Keuskupan Malang.

Nara sumber

Romo Paulus Teguh Subiantoro O.Carm menyampaikan materi “OMK Bangkit di Dunia yang Sakit – Tetap Waras di Dunia yang Keras”. Ia dikenal ahli psikologi rohani dan pemerhati OMK.

Lalu, dr Yustina Efi Tyaswati, SpKJ, seorang psikiater spesialis kejiwaan berdomisili di Jember. Ia menyampaikan materi tentang “Pandemi dan Kesehatan Mental”

Syering dampak pandemi Covid-19 disampaikan oleh Margareth Jeanne, mahasiswi asal Bondowoso yang masih berkuliah di Malang. Juga oleh Pasutri Johanes I. Wartohadi, orangtua dari tiga anak kategori OMK.

Pada awal rencananya, acara ini akan digelar melalui zoom meeting. Dengan peserta dari kalangan Orang Muda Katolik yang tersebar di 31 paroki-paroki dan dua koasi paroki Keuskupan Malang.

Plus orangtua pemerhati OMK dan anggota Seksi Keluarga Paroki Keuskupan Malang.

Targetnya  200 orang

Akan tetapi dalam perkembangan berikutnya panitia memutuskan untuk melakukan program siaran live streaming  sehingga dapat diikuti oleh siapa pun juga melalui kanal youtube https://www.youtube.com/watch?v=CaVsdijnxVk

Dengan demikian dapat diketahui acara ini juga diikuti melalui zoom meeting oleh sejumlah 125 orang dan ditonton oleh 1.116 orang.

Dunia tengah sakit karena badai pandemi Covid-19, namun OMK tetap bangkit di Keuskupan Malang.

Dalam sambutan pengantar talkshow, Bapak Uskup Keuskupan Malang menyampaikan beberapa hal.

“Saya berharap talkshow bisa berjalan lancar dan membuahkan hasil yang diharapkan. OMK  bukan hanya menjadi harapan masa depan Gereja, tetapi adalah anggota Gereja yang sekarang,” ungkap Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm.

Apabila OMK sakit, tentu masa depan Gereja juga bisa sakit.

Karena itu, perlu sekali orang muda menjadi OMK yang kokoh, sehat dan kuat imannya. Juga kuat mental kuat kepribadiannya.

Pada saat ini, seluruh dunia sedang mengalami musibah pandemi Covid-19.

Begitu banyak negara di dunia terdampak pandemi yang telah mengacaukan kehidupan telah memporakporandakan kehidupan dalam hal ekonomi dan pendidikan.

Banyak orang tidak bisa ke mana-mana, hubungan sosial sangat terbatas, banyak orang mengalami depresi.

Selain pandemi ada hal-hal lain yang sangat berbahaya yaitu sakit rohaninya.

“Oleh karena itu, Komisi Kepemudaan dan Komisi Keluarga  ingin mengajak kaum muda untuk tidak sampai  terjangkit sakit rohani depresi kehilangan harapan,” sambung Mgr. Pidyarto.

Bekerja di balik layar.

Berharap melalui talkshow dengan tema “OMK Bangkit, Meski Dunia Sakit” menjadi suatu kenyataan.

“Semoga OMK bangkit benar dan menjadi harapan gereja menjadi anggota gereja sekarang yang baik, Tuhan memberkati,” simpul Bapak Uskup Keuskupan Malang.

Untuk melihat bahwa peserta tetap mengikuti acara dengan aktif, moderator melempar sebuah pertanyaan, “Tolong ketikkan satu kata yang menggambarkan kondisi OMK sekarang ini?” dan jawabannya dituliskan di link mentimeter www.menti.com.

Dari sana diketahui bahwa kata “bangkit”mendominasi jawaban.

Itu yang kemudian disimpulkan oleh moderator bahwa  masih ada semangatpada diri OMK untuk dibakar untuk bangkit tidak terpuruk pada masa pandemi ini.

Setelah para narasumber menyampaikan paparannya atau materi talkshow dibuka sesi tanya jawab, banyak pertanyaan yang sudah ditulis via chat, moderator juga memberi kesempatan peserta zoom meeting untuk menyampaikan langsung pertanyaan kepada naras umber.

Beberapa pertanyaan langsung dijawab oleh narasumber.

OMK dibalik layar

Romo Teguh yang menyampaikan materi dari homebase di Pastoran Gereja Pagas-Malang memuji anak-anak OMK yang terlibat aktif dalam acara ini.

“Mereka mempersembahkan diri membantu kita bersama, tidak sadar mereka mempersembahkan diri pada Gereja. Merekalah lilin yang menyala garam yang mengasinkan, mereka melayani di balik layar,” paparnya.

Mereka bertujuh terlibat sejak awal dibentuk kepanitiaan. Mereka rata-rata masih sedang duduk kuliah S-1 di perguruan tinggi di Kota Malang.

Mereka mempersiapkan acara dengan bimbingan Romo Komisi Kepemudaan dan para imam serta dan bapak-ibu dari Komisi Keluarga KM serta pada waktu pelaksanaan talkshow sampai dengan selesai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here