Mewartakan Secara Digital, Kenapa Tidak?

0
216 views
Mewartakan secara digital

Bacaan 1: 1Kor 9:16-19. 22-23

Injil: Mrk 16:15-20

Dunia terus berkembang dari waktu ke waktu termasuk dalam hal teknologi. Saat ini dunia betul-betul telah masuk dalam era digital, secara perlahan semua mengarah kesitu.

Pada era sebelumnya, orang membayar harus dengan uang ‘cash’, saat ini pembayaran sudah secara digital. Pasien berkonsultasi dengan dokter, sekarang tak perlu lagi secara tatap muka. Hal itu bisa dilakukan secara digital, termasuk menebus obat.

Dahulu orang bekerja harus datang ke kantor, di era ini orang bisa bekerja di rumah secara digital. Dan masih banyak lagi, termasuk dalam hal ibadah secara online.

Di era ini, pewartaan pun sudah mulai bergeser ke metode digital. Katekese digital, webinar, penyebaran renungan secara digital adalah merupakan strategi perubahan mengikuti perkembangan zaman. 

Dalam ‘Amanat Agung-Nya’, Tuhan Yesus meminta setiap pengikut-Nya bermisi mewartakan “Kabar Gembira” agar semakin banyak orang yang diselamatkan.

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”

Mewartakan ke seluruh dunia dengan cara digital, hanyalah sekali sentuh klik saja.

Menanggapi ‘pesan terakhir-Nya’ itu, Rasul Paulus pun dalam mewartakan injil-Nya juga menggunakan strategi sesuai dengan perkembangan zaman (sosial budaya) saat itu. Paulus tidak membabi buta atau memaksakan metode yang baku. Paulus memperhatikan “Socio Culture” di suatu tempat yang ia singgahi untuk mewartakan. Paulus menjadi:

  • Orang Yahudi saat bertemu dengan orang-orang Yahudi Diaspora
  • Seperti orang non Yahudi saat berhadapan dengan non Yahudi 
  • (Menjadikan) dirinya sebagai hamba dari semua orang yang dijumpai
  • Orang lemah saat berhadapan dengan mereka yang lemah

Tujuannya hanya satu, “…supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.”

Mewartakan injil adalah sebuah keharusan bagi setiap umat katolik tanpa kecuali. Dalam bahasa Rasul Paulus,

“Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.”

Pesan hari ini

Jika Rasul Paulus saja memperhatikan strategi dalam pewartaannya, maka di zaman ini pun gereja harus mengikuti perkembangan zaman, yaitu mewartakan injil secara digital.

Tujuannya satu: memenangkan sebanyak mungkin jiwa milenial untuk diselamatkan.

“Milikilah semangat, karena itulah satu-satunya modal dasar yang harus dipelihara.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here