Mgr. Adrianus Sunarko OFM: Motto Pastoral dan Lambang Uskup Keuskupan Pangkal Pinang

0
3,170 views
Lambang Uskup Keuskupan Pangkal Pinang Mgr. Adrianus Sunarko OFM. (Ist)

Pengantar Redaksi

Pada hari Rabu siang tanggal 16 Agustus 2017, Redaksi Sesawi.Net telah mengontak japri Bapak Uskup Terpilih Keuskupan Pangkal Pinang Mgr. Adrianus Sunarko OFM.

Melalui komunikasi japri itulah, Mgr. Sunarko OFM menjelaskan dua hal, yakni motto pastoral penggembalaannya yang berbunyi “Laetentur insulae multae” (Maz 97:1) yang berarti “Hendaknya banyak pulau bersukacita”.

Pokok kedua yang dibeberkan adalah bentuk lambang Uskup Keuskupan Pangkal Pinang berikut deskripsi lengkap tentang beberapa pernak-pernik di dalamnya.

——————–

LAMBANG  Uskup Keuskupan Pangkal Pinang Mgr. Adrianus Sunarko OFM berupa sebuah perisai yang terbagi menjadi tiga bagian: dua bagian di atas, kiri dan kanan, dan satu bagian di bawah.

Meneruskan tradisi para Fransiskan, Mgr. Adrianus Sunarko OFM yang berasal dari Ordo Fratrum Minorum atau Ordo Saudara-Saudara Dina pun juga  memasukkan elemen-elemen yang biasa dipakai oleh para Saudara (baca: kolega para Fransiskan) di dalam lambang uskupnya.

  • Di bagian atas sebelah kiri, dengan latar belakang kuning, adalah lambang Fransiskan yang berupa lengan kanan Kristus dengan bekas paku pada telapak tangan-Nya. Ini dipadukan dengan lengan kiri Santo Fransiskus dari Assisi, dengan anugerah stigma atau bekas luka Kristus pada telapak tangannya.
  • Di bagian belakang, di tengah kedua lengan terdapat sebuah salib kecil dari kayu.
  • Di bagian atas sebelah kanan, dengan latar belakang biru, adalah sebuah bintang bersudut enam warna kuning keemasan, dengan ombak lautan berupa tiga pita berwarna putih di bawahnya, lambang Stella Maris atau Bintang Samudra.
  • Bintang Samudra merupakan salah satu gelar kuno Maria.
  • Maria, Sang Bintang Samudra, adalah pelindung bagi para pelaut dan juga bagi karya kerasulan dan misi-misi Katolik di laut dan di daerah-daerah kepulauan.
  • Kita mengikuti Sang Bintang Samudra sebagai petunjuk dalam perjalanan menuju Kristus.
  • Di bagian bawah, dengan latar belakang merah, adalah sebuah Kitab Suci dan berbagai lambang ciptaan Allah.
  • Di bawah Kitab Suci adalah bumi, dengan dataran rendah berwarna hijau dan tiga buah gunung berwarna abu-abu.
  • Di sebelah kiri atas gunung terdapat matahari yang bersinar dengan warna kuning keemasan.
  • Di sebelah kanan atas gunung terdapat bulan sabit dengan warna putih. Tersebar di atas gunung terdapat tujuh buah bintang berwarna putih.

Dua kitab

Menurut tradisi Fransiskan, melalui pengajaran St. Bonaventura, Allah memperkenalkan diri melalui dua kitab: Kitab Alam Ciptaan dan Kitab Suci.  Karena dosa manusia, Kitab Alam menjadi asing dan sulit dibaca sebagai jalan menuju Allah.

Allah juga memperkenalkan diri melalui Firman (Kitab Suci), yang mencapai puncaknya dalam Yesus Kristus, Firman yang menjadi manusia.

Berkat Firman itu alam dapat kembali menjadi jalan menuju Allah.  “Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya” (Mzm 97:6).

Galero

Di atas perisai ditempatkan sebuah galero atau topi khas klerus berwarna hijau, dengan enam jumbai pada masing-masing sisinya.  Di bagian tengah belakang perisai adalah sebuah salib pancang berwarna kuning keemasan.

Galero hijau dengan enam jumbai berikut salib pancang ini merupakan penanda bahwa sang empunya lambang adalah seorang uskup.

“Laetentur insulae multae”

Akhirnya, di bagian bawah perisai terdapat pita berwarna kuning keemasan, bertuliskan motto penggembalaan Mgr. Adrianus Sunarko dalam Bahasa Latin yang berbunyi: “Lætentur insulæ multæ”.

Artinya adalah “Hendaknya banyak pulau bersukacita” (Mzm 97:1).

Tentu yang dimaksud di sini adalah pulau-pulau dan para penghuninya.  Akan tetapi, sukacita itu akan ada,  hanya bila Allah-lah yang menjadi raja dalam hidup kita (bdk. ayat 1) dan bukan berhala-berhala yang lain (bdk. ayat 7).

Maria dan Fransiskus Asisi, yang digambarkan di dua bagian atas perisai, adalah contoh orang-orang yang bersukacita karena menjadikan Allah sebagai raja dalam hidup mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here