Misa Natal Para Diaspora, Bersatu Walau Terpencar

0
148 views

BERTEPATAN hari Pesta Kanak-Kanak Suci Martir (28/12), Jaringan KKI (Komunitas/Keluarga Katolik Indonesia) Diaspora telah melangsungkan Misa dan Perayaan Natal. Misa Kudus online yang dipimpin oleh Selebran Pastor Yohanes Don Bosko Bakok SVD (KKI Manila, Filipina), yang akrab dipanggil Pater John Bakok, serta Konselebran Pastor Julius Kristianto Ebot, SVD dari Konkriid (Komunitas Kristiani Indonesia di Irlandia) berjalan dengan hikmat.  

Homili tentang kelahiran Sang Penebus

Pastor Yohanes Don Bosko Bakok SVD yang mempersembahkan misa dari Rumah Retret “Kemah Tabor” di Mataloko, Ngada, Flores NTT mengatakan kelahiran Yesus sebagai Imanuel dan Raja Damai bahkan telah dirasakan dan dirayakan oleh para malaikat dan orang-orang yang berkenan kepada-Nya sejak Ia lahir di Betlehem. Kelahiran-Nya di Palungan yang merupakan tempat makanan ternak mengingatkan kita akan pengorbanan-Nya sebagai Roti Surgawi yang dipecah-pecahkan untuk memberikan kehidupan bagi kita dalam peziarahan menuju keselamatan.

Para gembala yang menerima Kabar tentang Kelahiran-Nya bergegas dengan sukacita ke Betlehem dan memuji Allah ketika berjumpa dengan Sang Bayi Mungil. Para Majus dari Timur yang mengetahui Kelahiran-Nya melalui petunjuk bintang datang ke Betlehem dengan persembahan hadiah berharga.

Kelahiran Yesus membawa sukacita bagi semua orang yang berkehendak baik namun tidaklah demikian bagi Raja Herodes. Dia merasa terancam atas kelahiran sang Raja baru. Berita tentang kelahiran Yesus yang diperolehnya dari para Majus menggugah dia untuk pergi menjumpai Yesus tetapi bukan untuk menyembah-Nya atau untuk membawa hadiah kepada-Nya melainkan untuk membinasakan-Nya. Hal itu terbukti lewat tragedi pembunuhan bayi-bayi mungil di Betlehem atas perintah-Nya sendiri karena Ia ingin mempertahankan kekuasaan-Nya.

Pst. John Bakok SVD melanjutkan, “Pesta Kanak-Kanak Suci Martir yang kita rayakan hari ini mengingatkan kita akan nasib anak-anak tak bersalah yang gugur akibat peperangan antar bangsa, kelaparan, wabah penyakit, dan oleh pihak-pihak tertentu yang tak bertanggung-jawab yang merenggut nyawa mereka ketika masih lemah dan tak berdaya, bahkan ketika mereka masih berada dalam kandungan. Perayaan para Martir cilik ini menggugah hati kita untuk peduli dengan nasib para buruh usia dini akibat kesulitan ekonomi, anak-anak yang menjadi korban penculikan, anak-anak yang merindukan pendidikan yang layak namun tak dapat menggapainya, dan anak-anak yang kehilangan kasih-sayang orangtua mereka.

Perayaan Natal Bersama Komunitas Katolik Indonesia sedunia yang diselenggarakan pada Pesta Kanak-Kanak Suci Martir hari ini memiliki nilai penting bagi kita untuk membagi sukacita Kelahiran Kristus dengan mereka yang mendambakan kasih dan damai, yang kebebasannya terpasung, yang harapan hidupnya terancam, terutama anak-anak yang tak berdaya. Setelah merayakan Kelahiran Kristus kita pun dipanggil untuk menjadi saksi-Nya di dunia seperti para Martir cilik. Dan semoga damai Kristus senantiasa tinggal dalam hati kita, dalam keluarga, dan diwartakan ke seluruh penjuru dunia,” demikian Pst. John Bakok, SVD menutup Homili-nya.

Pastor John Bakok SVD (capture: Ping)

KKI berbagai belahan dunia

Misa Natal Jaringan KKI Diaspora sedunia tahun ini telah melihat partisipasi KKI di berbagai belahan dunia. KKI Paris mengawali dengan Lagu Pembukaan, KKI Tokyo membawakan lagu-lagu dalam misa, KKI Inggris sebagai Lektor Bacaan Pertama, KISS Swiss hadir membacakan Doa Komuni Batin dan sebagai komentator, KKI Dallas dalam Lagu Persembahan, KKI Houston dalam Lagu Penutup.

KKI Paris mempersembahkan lagu pembukaan (capture: Ping)

Juga tidak ketinggalan para biarawati Indonesia dalam Kongregasi OP (Dominikan di Pompei) dari KKI Utara Italia yang menjadi Petugas Misa untuk membacakan Mazmur dan menyanyikan Alleluia serta Anamnesis Doa Syukur Agung. Begitu pula para biarawati van Denekamp dari Kongregasi FSGM di Belanda yang menyanyikan lagu Bapa Kami. Belum lagi para petugas pembaca Doa Umat dari Frankfurt, Italia, Meksiko, Antwerpen dan Virginia, Amerika Serikat.

Romo Leo Mali memberikan kata sambutan pada acara Ramah Tamah setelah misa (capture: Ping)

Di awal perayaan, KKI kedatangan Romo Yunus Bouk PR, Pastor Rekan di Paroki Noemuti TTU Keuskupan Atambua yang saat ini bersama umat sedang membangun sebuah Gereja. Komunitas KKI Diaspora sedunia mengajak semua umat untuk  menggalang solidaritas untuk membantu Romo Yunus. Mungkin secara finansial bantuan yang diberikan tidak bisa menutupi semua kebutuhan. Namun dengan semangat soldaritas serta sinodalitas, bantuan dan perhatian ini akan menjadi dukungan moril bagi umat dan juga bagi KKI diaspora di seluruh dunia untuk tetap saling membantu dalam memelihara serta mengembangkan semangat universalitas serta kesatuan sebagai Gereja.    

Ucapan Selamat Natal dari KKI Amsterdam, Belanda (capture: Ping)

Ramah tamah antar KKI

Setelah Misa selesai, perayaan dilanjutkan dengan acara Ramah-Tamah yang menampilkan berbagai tayangan lagu-lagu Natal serta ucapan dan pesan Natal mulai dari Rm. Leo Mali, PR, Frans Simarmata dan Stephanus Titus Widjaja – keduanya pendiri jaringan KKI.

Turut memeriahkan ucapan Natal dari para politisi di tanah air seperti Christina Aryani dan Hariara Tambunan.

OMK KKI Hong Kong turut memberikan ucapan Selamat Natal (capture: Ping)

Perayaan Natal tahun ini juga melibatkan partisipasi dari KKI Hangzhou-China, KKI Amsterdam-Belanda, KKI Paris-Perancis, KKI Melbourne dan KKI Sydney di Australia, KoKID Dusseldorf-Jerman, KKI Beijing-China, Komunitas biarawati RVM di Swedia, KKI Utara Italia, KKI Den Haag-Belanda, Komunitas biarawati ASP Novisiat Kupang NTT Indonesia, serta KKI Hong Kong yang semarak dan KKI Houston yg meriah yang menutup rangkaian acara Misa dan Perayaan Natal Jaringan KKI Diaspora sedunia tahun 2023.

Ucapan Selamat Natal dari KKI Italia Utara (capture: Ping)

Tautan youtube untuk menyaksikan tayangan Misa dan Perayaan Natal Jaringan KKI Diaspora sedunia tahun 2023:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here