Motto Pastoral dan Lambang Episkopal Uskup Keuskupan Sibolga Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga

0
406 views
Logo lambang pastoral Uskup Keuskupan Sibolga.

LAMBANG Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga berupa sebuah perisai yang terbagi menjadi tiga bagian: satu bagian di atas, dan dua bagian di bawah, kiri dan kanan.

Tiga bagian perisai itu meruju pada Trinitas: Allah Bapa, Allah Putera, dan Roh Kudus.

Visi dan misi Keuskupan Sibolga

Kesatuan Trinitarian ini menjadi dasar dari seluruh gerak visi-misi Keuskupan Sibolga, yakni menghadirkan Gereja yang Mandiri, Solider, dan Membebaskan.

Di bagian atas, dengan latar belakang warna keperakan, adalah Saudara Matahari, Saudari Bulan, dan Saudari Bintang sebagaimana disebut demikian oleh Santo Fransiskus dari Assisi, nama pelindung Bapa Uskup. 

  • Saudara Matahari digambarkan berwarna kuning keemasan;
  • Saudari Bulan berwarna merah;
  • Tiga Saudari Bintang berwarna biru.

Di bagian bawah sebelah kiri, dengan latar belakang merah, adalah sebuah rumah adat Nias dan sebuah rumah adat Batak berwarna putih merepresentasikan wilayah Keuskupan Sibolga: wilayah Tapanuli dan wilayah Nias dengan pulau-pulau sekitarnya.

Warna merah dan putih yang digunakan di sini mengingatkan bahwa wilayah Nias dan Tapanuli adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, agama dan budaya yang berbeda, namun tetap satu.

Berbagai tarekat religius

Juga kehadiran berbagai tarekat religius dengan kharisma masing-masing, yang bersama imam diosesan, membangun Keuskupan Sibolga.

Sekarang ini di wilayah pastoral Keuskupan Sibolga ada:

  • Tiga tarekat klerikal di Keuskupan Sibolga: OFMCap, SVD, OSC.
  • Ada dua tarekat laikal pria: Frater CMM dan Bruder Budi Mulia (BM).
  • Ada sepuluh tarekat suster: SCMM, OSF Reute, OSC Cap (Klaris), FCJM, KSFL, SFI dari Filipina, SdC, CB, OSU, ALMA.

Di bagian bawah sebelah kanan, dengan latar belakang biru, adalah monogram chi-ro berwarna kuning keemasan, lambang Kristus, yang di dalam-Nya umat beriman menjadi saudara. 

Di bawah monogram chi-ro adalah tiga buah ombak berwana putih, yang melambangkan laut yang menghubungkan dan menyatukan wilayah Tapanuli di Sumatra dengan Nias dan pulau-pulau di sekitarnya.

Laut juga merupakan sumber hidup manusia.

Galero atau topi khas klerus berwarna hijau di atas perisai, dengan enam jumbai pada masing-masing sisinya serta sebuah salib pancang berwarna kuning keemasan di belakang perisai merupakan penanda bahwa sang empunya lambang adalah seorang uskup.

Di bagian bawah perisai terdapat pita berwarna kuning keemasan, bertuliskan motto penggembalaan Mgr. Fransiskus: “Lauderis Domine Deus Meus” (Semoga Engkau dipuji, ya Tuhanku dan Allahku).

Gita Sang Surya

Motto pastoral itu diambil dari Gita Sang Surya Santo Fransiskus dari Assisi.

Gita Sang Surya (versi Bahasa Indonesia)

Tuhanku mahamulia mahakuasa

Lagi penyayang, segala pujian dan syukur hormat kepada-Mu

Segala berkat kepada-Mu saja

Diucap nama-Mu insan tiada pantas

Pujian pada-Mu Tuhan karna sang Surya

Saudara termulia bercahaya sinar siangnya

Terpancar amat indah, dipancarkan dari Kau

Oh Tuhan bahasa dan lambing

Pujian pada-Mu Tuhan karna langit langgah

Udara serta segala cuaca, malang mujurnya

Kalian makhluk mengadu untungnya

Karna saudara pawana terpujilah Dikau

Pujian pada-Mu Tuhan karna bulan bintang

Yang Kau pasangkan utuh candra indah

Serta kartika menghias cakrawala

Mewartakan kebesaran Allah nan mahakuasa

Pujian pada-Mu Tuhan karna laut limpah

Saudara budiman samudra lawah

Beralap santun di ombak ria melambungkan

Lagu kepada Tuhan terpuji yang Mahakuasa

Pujian pada-Mu Tuhan karna nyala api

Pawang musafir malam nan perkasa

Giat sentosa siap di malam kelam

Terpujilah karna agni suci tangkas dan perkasa

Pujian pada-Mu Tuhan karna saudara Maut

Darinya tidak luput insan makhluk

Seluruh dunia alam nan fana siap menghadapi

Maut nan berbahagia pawang alam baka

Pujian pada-Mu Tuhan karena umat kudus

Yang menanggung derita dan bencana

Pada-Mu jaya penyabar menderita

Kepada-Mu dikaruniakan mahkota mustaka

Pujian pada-Mu o Tuhan pengasih

Syukur pada-Mu ya Allah Maha penyayang Amin.

Motto pastoral

Motto pastoral Uskup Keuskupan Sibolga berbunyi Lauderis Domine Deus Meus (Semoga Engkau dipuji, ya Tuhanku dan Allahku)

Penjelasan singkat:

  • Lauderis (bahasa Latin) = Laudato si’ (Bahasa Italia, dialek Umbria).
  • Lauderis (congiunctivus) yang berarti Semoga Engkau dipuji. Dalam beberapa terjemahan ditulis “Terpujilah Engkau” atau “Pujian bagi-Mu”.
  • Domine Deus Meus (vocativus) yang artinya “Ya (Wahai) Tuhan, Allahku”.

Makna Logo

Lambang uskup berupa sebuah perisai yang terbagi dalam tiga segmen.

  • Angka tiga menunjukan Trinitas; Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus.
  • Penggembalaan Bapak Uskup Keuskupan Sibolga didasari dan dijiwai oleh kesatuan Bapa, Putera dan Roh Kudus serta bermuara pada tujuan akhir yakni keselamatan jiwa-jiwa sebagaimana dijanjikan oleh Allah Tritunggal.
  • Kesatuan Trinitarian ini juga menjadi dasar dari seluruh gerak visi-misi Keuskupan sibolga, yakni menghadirkan Gereja yang Mandiri, Solider dan membebaskan di tengah dunia.

Saudara Matahari, Saudari Bulan, dan Saudari Bintang.

  • Sama seperti kita manusia dan khususnya klerus dan umat Keuskupan Sibolga adalah ciptaan Allah; berbeda-beda, dan masing-masing memiliki peran sendiri-sendiri, saling mengisi.
  • Karya misi Katolik dimulai oleh para misionaris Ordo Fransiskan Kapusin (OFMCap) Jerman dan Tirol.
  • Karya ini dilanjutkan oleh generasi berikutnya, yaitu: Saudara-saudara Kapusin bersama imam-imam diosesan, SVD, Xaverian (sampai tahun 1998), OSC, dan para imam lain serta biarawan-wati dari berbagai tarekat: SCMM, OSF, suster Klaris, Frater CMM, Bruder Budi Mulia, FCJM, KSFL, Alma, S.FIS, SDC, Suster CB dan Ursulin.
    Mereka mengemban tugas mulia dengan kekuatan daya karunia ilahi yang beraneka, namun mereka tetap satu sebab semua karunia berasal dari Roh yang satu dan sama. Terpujilah Allah Yang Esa Pemersatu di Keuskupan Sibolga… seraya kita berterimakasih kepada para misionaris yang telah memulai misi mulia di Keuskupan Sibolga.

Rumah Nias

Ini mewakili seluruh dataran Pulau Nias dan pulau-pulau lain di sekitarnya, yang di dalamnya juga terdapat keberagaman suku, bahasa dan budaya. 

Rumah Batak (yang digambar adalah Rumah Batak Toba)

Ini mewakili seluruh dataran Tapanuli. Ini adalah simbol keberagaman yang ada di wilayah Keuskupan Sibolga: etnis, suku bangsa, budaya, bahasa dan agama.

Karena baptisan yang kita terima, kita telah menjadi anak-anak Allah, … dan dalam Kristus kita telah menjadi saudara… dan sebagaimana selalu kita minta dalam Doa Syukur Agung (DSA) 2, “Kami mohon agar kami yang menerima Tubuh dan Darah Kristus dihimpun menjadi satu umat oleh Roh Kudus.”  

DSA 3: “Dengarkanlah doa-doa umat-Mu yang Engkau perkenankan berhimpun di sini. Demi kerahiman dan kasih setia-Mu, ya Bapa, persatukanlah semua anak-Mu di mana pun mereka berada.”

DSA 4: “Ya Bapa, sudilah memandang kurban ini yang telah Engkau sediakan sendiri bagi Gereja-Mu. Perkenankanlah agar semua yang ikut menyantap roti yang satu dan minum dari piala yang sama ini dihimpun oleh Roh Kudus menjadi satu tubuh. Semoga dalam Kristus, mereka menjadi kurban yang hidup sebagai pujian bagi kemuliaan-Mu.Beragam dan berbeda namun satu dalam Indonesia. Itulah anugerah Tuhan. Terpujilah Allah Yang Esa Pencipta Tanah Air Indonesia…”

Lambang Laut: Jembatan dan Kehidupan

Di wilayah Keuskupan Sibolga terbentang lautan luas antara Pulau Nias dan Pulau Sumatera Pesisir Pantai Barat. Namun laut tidaklah memisahkan satu dari yang lain.

Laut selalu menjadi jembatan kehidupan yang menghubungkan satu dengan yang lain. Bahkan laut menjadi sumber hidup bagi masyarakat di antara kedua wilayah tersebut. Terpujilah Allah Sang Pencipta Alam Lautan di Keuskupan Sibolga…

Pada akhirnya, sebagaimana Gita Sang Surya yang dikidungkan Santo Fransiskus dari Assisi, pada hari ini dan di setiap hari dalam karya penggembalaan saya, maka saya akan berseru, “Semoga Engkau dipuji, ya Tuhanku dan Allahku.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here