Naik Pangkat

0
100 views
Ilustrasi: Turne naik sepeda motor ke pedalaman Nanga Mahap.

DALAM dunia profan, naik pangkat berarti naik status. Naik juga hal-hal yang lainnya.

Dalam struktur kepemimpinan kristiani, naik pangkat berarti naik pula tanggungjawab pelayanan-nya. Dan itulah yang utama.

Maka sukacitanya, adalah sukacita rohani, boleh melayani lebih sungguh.

Demikian syair sebuah lagu rohani.

Peng-oeded ’76 belum lama juga mengalami kenaikan, namun kenaikan sebutan. Dalam sebuah kumpulan pembeli wedang angkringan, pertama kali datang, peng-oedoed 76 dikira sebagai seorang intel.

Sesudah beberapa waktu perjumpaan dengan orang-orang penikmat wedang angkringan, peng-oeded diketahui dari kalangan Katolik, lalu disebut Mbah Romo.

Dalam perjumpaan berikut-berikutnya, bergeser menjadi sebutan Pak Romo. Dan kini, ketika sudah diketahui asal-usul dan tempat tingggalnya, dipanggil dengan sebutan Romo. 

Jabatan, status, sebutan, pangkat, apapun dalam jenjang hirarki katolik, yang utama adalah makin besarnya tanggungjawab pelayanan yang disandangkan.

Inilah ciri khas kepemimpinan kristiani. Yesus Kristus, Sang Guru, tentulah yang mengajarkanya.

Wasalam

25 Oktober 2019, peng-oedoed 76

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here