Natal Ekumenis Bersaput Tembang “Rayuan Pulau Kelapa” di Pringsewu, Lampung

0
85 views
Nyanyian duet dari dua perempuan beda keyakinan. (Panitia)

LAGU nasional Rayuan Pulau Kelapa dilantunkan dalam pembukaan acara Perayaaan Natal Bersama Oikumene 2019 Kabupaten Pringsewu, Sabtu, 28 Desember 2019 di GSG Rumah Retret Laverna Kelurahan Fajaresuk, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.

Ratusan undangan dan peserta Natal Bersama Ekumenis 2019 sontak langsung diam dan terpukau dengan lagu yang dilantunkan oleh gadis muslim Restu Widya, yang berduet dengan Suster M. Inosensia FSGM.

Sejumlah tamu undangan yang berasal dari lintas agama terkesan dengan penampilan dua pelantun lagu ini. Mengisyaratkan persahabatan yang mendalam antar dua insan yang berbeda keyakinan.

Ini seirama dengan tema Natal 2019 yang berbunyi: “Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang.”

Sejumlah orang yang hadir mengaku merinding dan haru dengan lagu yang dibawakan ini. “Saya sampai merinding,” kesan Jaya, salah satu undangan yang hadir di acara tersebut.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat dan Keagamaan Sekretariat Pemkab Pringsewu Ibnu Harjianto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pringsewu Heri Iswahyudi, Kapolsek Pringsewu Kota Basuki Ismanto dan Danramil Pringsewu Kapten Maman.
Juga pimpinan dan anggota DPRD Pringsewu antara lain Rizky Raya Saputra, Sagang Nainggolan, Rahwoyo dan Anton Subagiyo.

Perayaan Nata; 2019 secara ekumenis di Pringsewu, Lampung.

Ketua PGI Lampung Christya Prihanto Putro mengungkapkan, tema Natal ini merupakan tema bersama PGI-KWI secara nasional. “Tema bersama ini mengandung pesan penting bagi Indonesia untuk selalu menjadi sahabat,” ungkapnya.

Apalagi bangsa Indonesia yang baru saja melaksanakan pesta demokrasi yang agak membuat kendor perekatan. Oleh karena itu, saat ini dibangun kembali supaya tumbuh perekatan.

Ketua Dewan Paroki Santo Yusup Pringsewu, Yohanes Nyono, menambahi demikian. Untuk menjadi sahabat itu tidak mudah. Tapi, kalau menjadi teman gampang.

Oleh karena itu dia mengajak seluruh insan untuk menjadi sahabat sejati, dan tidak hanya menjadi teman. Menjadi sahabat sejati itu adalah muncul dari dalam hati bukan hanya terdapat di mulut saja.

“Maka persahabatan sejati yang dikehendaki oleh Yesus Kristus adalah persahabatan yang didasari oleh hati dan dari hati bukan teruangkap di mulut,” katanya.

Dia berharap menjadi sahabat itu tidak terbatas. Tapi menjadi sahabat bagi semua orang sehingga persahabatan seluruh umat manusia terwujud nyata. Yakni kedamaian, kebahagian, kerukunan, keadilan, keseteraan yang tercipta ditengah tengah dunia ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pringsewu Heri Iswahyudi, dalam kata sambutannya mewakili Bupati Pringsewu Sujadi, menginginkan supaya peringatan Hari Raya Natal dapat mendorong dan memotivasi umat Kristiani terus meningkatkan imannya.

Semangat bersama menjaga kesatuan.

“Serta terus berupaya untuk belajar dan, menerima semua perbedaan. Serta mensyukuri perbedaan yang ada, dengan perwujudan sikap saling menghargai hak individu dan cinta damai antar para pemeluk agama yang berbeda-beda. Seperti semboyan negara kita Bhinneka Tunggal Ika,” ungkapnya.

Perayaan Natal Bersama Ekumenis 2019 ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan sebelumnya yakni Lomba Paduan Suara (Padus) bagi kelompok gereja yang ada di Bumi Jejama Secancanan.

Sekretaris Panitia Natal Bersama Oikumis Kabupaten Pringsewu 2019, Nugroho Santoso, mengungkapkan bila kegiatan tersebut terselenggara atas suport Pemerintah Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan ini didukung APBD Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here