Nihil Est Utilius Sale et Sole

0
296 views
Menjadi terang dan garam by family bless

Puncta 07.06.22
Selasa Biasa X
Matius 5: 13-16

SEORANG sejarawan Romawi, Pliny mengungkapkan betapa berharga dan pentingnya garam dan terang dalam kehidupan manusia dengan menuliskan, “Nihil est utilius sale et sole.”

Tidak ada yang lebih penting selain garam dan terang (matahari).

Sal adalah garam dan Sol adalah matahari atau terang.

Sejak zaman kuno, garam adalah barang berharga. Bahkan pada zaman Romawi, garam digunakan untuk menggaji pekerja.

Garam punya nilai tukar sejenis mata uang untuk perdagangan. Gaji seseorang disebut salary karena dibayarkan dengan garam.

Di Roma ada jalan penting bernama Via Salaria, yang menggambarkan pentingnya garam bagi manusia saat itu.

Ada pepatah Romawi mengatakan orang yang baik pekerjaannya disebut “senilai garam mereka.”

Orang Arab juga menganggap garam bernilai tinggi sebagai tanda kesetiaan dan ketulusan dalam persahabatan.

Mereka menyebut persahabatan yang tulus dengan istilah “ada garam di antara kita.”

Dalam Kitab Bilangan, ada istilah Perjanjian Garam. Perjanjian abadi yang tidak bisa dibatalkan antara Tuhan dan bangsa Israel.

Maka garam menjadi sangat vital dalam hidup manusia. Garam punya banyak fungsi; untuk mengawetkan, meresap sebagai bumbu yang memberi rasa.

Garam juga bisa untuk tolak bala/bahaya atau kejahatan. Kita mengusir ular dengan menebar garam. Hidup kita tak bisa lepas dari garam dan matahari (terang).

Yesus berkata, “Kamu adalah garam dunia.” Yang ditekankan Yesus ialah para murid harus berfungsi sebagaimana garam.

Yesus tidak berkata, “Jadilah kamu garam dunia.”

Tetapi kamu adalah garam dunia.

Menjadi murid Yesus harus bisa menggarami dunia. Memberi rasa nyaman, enak dalam hidup bersama. Mengembangkan persahabatan yang tulus dan setia dengan sesama.

Mengawetkan atau melestarikan kehidupan; menjaga alam lingkungan, menghormati ciptaan Tuhan.

Tidak ada yang lebih penting daripada garam dan matahari. Nihil est utilius sale et sole mau menggambarkan bahwa tak ada yang lebih berharga dari kehidupan kita selain berguna bagi orang-orang dan lingkungan kita.

Kalau hidup kita ini tidak berguna bagi sesama, kita tidak punya nilai apa-apa.
Sebagaimana garam yang hilang wujud dirinya agar masakan menjadi sedap, kita pun juga diajak berani berkorban bagi dunia.

Kendati terang atau cahaya hanya kecil namun sangat berguna dalam kegelapan.

Peran seperti garam dan terang itulah yang diharapkan Yesus pada para murid-Nya.

Marilah kita memberi terang agar hidup menjadi jelas. Marilah kita menjadi garam agar dunia penuh citarasa.

Pergi ke Surabaya naik kuda,
Kudanya lari sampai ke Madura.
Hidup jadi indah dan berwarna,
Jika kita berguna bagi sesama.

Cawas, hambar tanpa garam…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here