Nyinyir di Saat Pandemi

0
308 views
Ilustrasi - Nyinyir, suka mengkritik orang. (Ist)

Bacaan 1: Kel 20:1 – 17
Injil: Mat 13:18 – 23

SAAT ini, hampir di seluruh dunia mengalami pandemi Covid-19. Mulai merebak pertama kali di Wuha di China, lalu Italia, Inggris, Amerika, dan di seluruh dunia terkena termasuk Indonesia.

Bahkan akhir-akhir ini, Indonesia sempat menduduki peringkat satu dalam kasus covid.

Kita tentu rindu, dunia kembali seperti saat lalu. Bebas pergi ke mana saja tanpa harus menggunakan masker. Bahkan beberapa negara sudah pulih dari pandemi.

Namun Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda ke arah itu.

Banyak orang berkisah, bahwa negara-negara mereka cepat pulih karena seluruh komponen bangsa bersatu bahu-membahu melawan covid.

Namun di Indonesia, terlalu banyak orang nyinyir dan sulit diatur oleh pemerintah.

Bahkan ada yang tidak percaya atau melawan kebijakan pemerintah.

Dalam penjelasan perikop Sang Penabur, kita bisa membaca bagaimana benih mengalami kendala untuk bertumbuh kecuali pada jenis lahan yang baik.

“…Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Seandainya bangsa kita adalah lahan yang baik seperti dalam perumpamaan, saya percaya bahwa pandemi cepat berlalu.

Seluruh rakyat mau mendengarkan dan melaksanan seruan serta anjuran pemerintah.

Sehingga seruan itu efektif dan berbuah baik, yaitu negara kita pulih dari pandemi lebih cepat.

Allah menurunkan sepuluh perintah-Nya kepada Musa, dengan tujuan agar bangsa pilihan-Nya Israel bisa hidup dengan baik. Mereka yang mau mendengarkan dan melaksanakannya pasti akan selamat.

Perintah pertama hingga ketiga mengatur hubungan manusia dengan Tuhan. Sedangkan perintah keempat hingga kesepuluh mengatur hubungan antar sesama manusia.

Pesan hari ini

Lahan macam apakah aku ini? Pantaskah aku nyinyir’di saat negeri ini sedang mengalami bencana?

Mari kita menjadi lahan yang baik; mendengarkan dan melaksanakan anjuran pemerintah sehingga pandemi cepat berlalu.

Menjaga relasi yang baik antara diri ini dengan Tuhan dan sesama.

“Tuhan mengizinkan kita mengalami titik terendah dalam kehidupan, untuk mengajarkan pelajaran yang tidak bisa dipelajari dengan cara lain. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here