Orang Baik Bertebaran di Mana-mana

0
323 views
Melakukan yang baik atau yang jahat, by Catholic.net

BAPERAN-BAcaan PERmenungan hariAN.

Jumat,  8 April 2022.

Tema: Hati Kecil.

Bacaan.

  • Yer. 20: 10-13.
  • Yoh. 10: 31-42.

KETIKA saya sampai di paroki yang baru, saya bertekad untuk hidup dengan lebih baik dalam pelayanan, perjumpaan dan berpastoral.

Saya memberanikan diri dengan sebuah harapan besar bahwa Tuhan sendiri yang akan memungkinkan.

Dari pihak saya, saya mulai menumbuhkan kesadaran bahwa ini adalah umat Allah senyatanya. Allah sendiri yang memelihara.

Allah sendiri yang menumbuhkan bibit-bibit persaudaraan, kegembiraan dan puji-pujian.

Allah sendiri  bertindak dan mengumpulkan setiap orang yang percaya kepadaNya sebagai umat kudus pilihan-Nya.

Saya tidak harus tahu semuanya, seakan-akan saya bisa segala-galanya sendiri.

Saya pun tidak mau menguasai bahkan mengontrol segala sesuatu yang terjadi.

Saya hanya bagian kecil dari sekian banyak talenta dan rahmat yang ada di paroki tersebut.

Dan betullah.

Saya mendengar bahwa ada tetangga yang bukan Katolik sakit. Beberapa kali sempat melewati rumahnya dan bercakap-cakap secara sederhana.

Beberapa kali juga jumpa dengan ibunya yang berjualan makanan makanan kecil dan bertegur sapa.

Relasi itu berjalan seperti biasa

Ada peristiwa yang menarik dan menyadarkan saya betapa umat dan sebagian masyarakat sungguh mempunyai hati yang luhur.

Saya mendengar ada yang meninggal dan itu bukan seorang Kristen. Ia beragama lain. Kendati pada saat-saat akhir hidupnya karena sakit, dia akhirnya menerima Yesus sebagai Juru Selamat , pengikut Kristus.

Memang keluarga ini “terbatas”. Kurang bergaul dengan tetangga bahkan cenderung hidup dengan kesibukannya sendiri.

Suaminya meninggal.

Dia menghubungi salah satu umat yang kebetulan seorang Katolik. Pembicaraan sekitar bahwa dia tidak punya dana apa pun untuk proses pemakaman suaminya. Minta pertolongan.

Bapak ini termasuk orang yang dikenal oleh masyarakat karena sudah lama tinggal di paroki. Dia sangat aktif, gesit dalam pelayanan-pelayanan yang dipercayakan kepadanya. Tentu bersama timnya.

Saya tidak tahu apa yang ia usahakan sehingga membuat isteri almarhum itu tenang, lega dan bersyukur. Ia menyadari banyak orang baik di luar dirinya.

Saat maisongan, dia berkata kepadaku soal keterbatasannya. Ia menunjukkan berapa hal yang harus ia tanggung. Ia tidak punya.

Saat itu saya hanya mendengarkan dan saya berkata, “Semoga Tuhan meringankan beban kita semua. Pasti Tuhan akan menolong.”

Yang saya dengar sangat menakjubkan. Hatiku penuh syukur betapa masih banyak orang yang tergerak hati untuk mengulurkan hati kasihnya dan menjadi berkat bagi yang lain.

Di paroki kami ada kumpulan masyarakat yang tidak semua Katolik berasal dari satu daerah, Kalimantan.

Saya pernah mendengar dari bapak itu kalau ada yang meninggal, siapa pun mereka, lebih-lebih yang tidak mampu, pasti dibantu. Ada sebuah gerak solider dan berbelas kasih.

Dan di paroki kami pun ada sebuah perkumpulan Tionghoa yang mempunyai makam dan mengurus pemakaman. Tentu setiap anggota harus membayar iuran perbulan. Sangat berhati kasih iurannya.

Lebih murah daripada uang yang dibakar hanya untuk rokok.

Dan bapak itu mengkoordinir bersama sebuah keluarga yang memang menjadi mentor di antara mereka.

Dalam waktu yang singkat, tidak ada sehari, uang sudah terkumpul untuk biaya pemakaman. Dan atas bantuan perkumpulan biaya yang dibutuhkan bisa teratasi.

Tindak kasih dan uluran tangan ini pasti datang dari “Atas, Yang Ilahi.” Aku percaya.

Saya pun kagum dan bersyukur. Dari apa hati mereka dibuat? Ke-riang-an dan ke-ringan-an menjadi berkat bagi yang menderita, yang tidak mampu dan terkulai dalam hidup, sangat menyentuh.

Kata Yesus, “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu. Percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku didalam Bapa.”ay. 32a,38b.

Tuhan, ajari aku menyadari, meneruskan kebaikan leluhur berarti juga ungkapan iman kami kepada-Mu, Sang Sumber Kehidupan. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here