Orang Miskin

0
1,692 views

“Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.” (Yoh 12, 8)

BEBERAPA hari yang lalu, para pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) mengadakan demo di depan Kantor Pemkab. Mereka menuntut pencabutan Perda Nomor 16 Tahun 2015 tentang penanggulangan penyakit masyarakat. Dalam demo tersebut, pagar gerbang kantor sampai roboh. Salah seorang dari PGOT mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai pekerjaan tetap. Selama ini dia hanya bekerja sebagai kuli bangunan. Proyek pembangunan pun tidak selalu ada. Akibatnya dia tidak sanggup membiayai sekolah anaknya.

Kehadiran PGOT tentu tidak hanya terbatas di daerah Banyumas. Mereka juga ada di tempat atau daerah lain. Rasanya tidak sulit bagi kita untuk menemukan salah satu dari mereka ini. Bahkan bisa terjadi bahwa salah satu dari anggota keluarga atau tetangga termasuk di dalam kelompok ini. Mereka tidak mempunyai kekayaan atau harta benda yang cukup dan bisa diandalkan. Bahkan mereka sering kesulitan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, entah kebutuhan makan minum, pendidikan, atau kesehatan. Banyak dari antara mereka yang terlantar hidupnya: tidak mempunyai tempat tinggal tetap, berpindah-pindah dari satu emperan toko ke kolong jembatan atau ke tempat lain. Mereka juga tidak mempunyai kuasa atau jabatan, yang bisa dipergunakan untuk mengubah atau mempengaruhi kebijakan di dalam kehidupan bersama.

Miskin adalah istilah yang sering dilekatkan ke dalam hidup mereka, karena mereka tidak mempunyai sesuatu yang bisa dimiliki dan diandalkan, khususnya hal-hal yang sifatnya materiil atau finansial. Orang miskin selalu ada dalam kehidupan kita atau ada di sekitar kita. Namun demikian, orang mempunyai sikap dan tindakan yang berbeda-beda terhadap mereka: ada yang cuek dan tidak peduli, ada pula yang terketuk dan mau memberi uluran tangan. Sementara orang memang tidak mau peduli dengan mereka, sebab sementara orang telah berpura-pura miskin untuk mendapatkan keuntungan material atau untuk menipu orang lain. Kemiskinan bisa dijual untuk mendapatkan sejumlah uang.

Bagaimana sikapku terhadap orang miskin? Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya.

Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here