Orator Ulung dan Bapa yang Lembut

0
228 views
St. Ambrosius by Catholic Archdiocese of Sydney.

Puncta 07.12.21
PW. St.Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja
Matius 18: 12-14

DALAM bukunya, Confessiones, atau Pengakuan-pengakuan bab X-XIII, Agustinus menulis:

“Abdi Allah itu (Uskup Ambrosius) menerimaku dengan sikap kebapaan. Dan sebagai uskup sejati, ia menyatakan kesenangannya akan pemindahanku. Begitulah aku mulai merasa sayang kepadanya, meskipun mula-mula bukan sebagai seorang guru kebenaran yang sama sekali sudah tidak kuharapkan dari Gereja-Mu, melainkan sebagai orang yang ramah terhadapku.”

Itulah pengakuan tulus dari seorang Agustinus yang kemudian menjadi uskup di Hippo.

Ambrosius adalah ahli retorika yang ulung, orator yang menakjubkan di dunia Latin. Namun lebih dari itu, ia seorang pribadi yang ramah, penuh kebapaan.

Oleh sikapnya ini, Agustinus bertobat menjadi pengikut Kristus.

Ambrosius juga seorang yang gigih mempertahankan iman kekatolikan dari paham Arianisme.

Inti Arianisme adalah tidak mengakui Allah Tritunggal. Mereka tidak percaya pada konsep Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus.

Kelompok Arianisme ingin minta dua gereja di Milan. Ambrosius sebagai uskup tidak mengijinkan. Mereka membujuk kaisar dan tentara untuk menekan Ambrosius.

Namun segala upaya dewan kekaisaran terbukti sia-sia, dan justru membuat Ambrosius mengeluarkan pernyataan keras ini:

“Jika engkau menginginkan saya, saya siap untuk takluk: bawalah saya ke dalam penjara atau kematian, saya tidak akan melawan; tetapi saya tidak akan mengkhianati gereja Kristus. Saya tidak akan menyeru rakyat untuk menolong saya; lebih baik saya mati di kaki altar daripada meninggalkannya. Huru-hara rakyat tidak akan saya bangkitkan: namun hanya Allah yang mampu meredakannya.”

Ambrosius tidak mau dombanya masuk ke jurang kesesatan. Ia mempertahankan dengan gigih. Ia berani mati untuk membela kebenaran iman.

Dengan keramahan dan sikap kebapaan, ia menyelamatkan Agustinus, domba yang sesat dan menyelamatkannya.

Sabda Yesus hari ini dihidupi oleh St. Ambrosius. Ia mencari seekor domba yang tersesat.

Surga bersukacita jika domba itu berhasil diketemukannya.

Bapa di surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak-Nya hilang.

Teladan hidup Ambrosiuslah yang membuat Agustinus menjadi Kristen. Kegigihannya mempertahankan iman menyelamatkan domba-dombanya dari paham-paham yang menyesatkan.

Mari kita menjadi teladan hidup bagi orang lain, seperti Ambrosius, sehingga banyak orang mengenal Kristus.

Mari kita gigih mempertahankan iman, agar jangan mudah disesatkan.

Domba-domba merumput di padang.
Bulunya tebal berwarna putih.
Ambrosius uskup yang cemerlang,
Membela imannya dengan gigih.

Cawas, mari bersyukur selalu…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here