Pada Zaman-Nya, Yesus Sudah Menjadi Viral

0
4,342 views
Lukisan bergambar wajah Yesus yang dibuat dengan bahan dasar manik-manik dan itu ditata rapi dengan tingkat kejelian dan ketelitian tinggi agar wajah Yesus bisa "terbentuk". Ini lukisan karya Romo Matheus Yuli Pr. (Ist)

PADA zaman digital ini, kita sering mendengar kata “viral” atau “trending topic”. Yang artinya adalah sesuatu hal yang menjadi populer dan banyak dibicarakan orang banyak pada waktu tertentu. Tentu saja orang-orang paham akan apa yang sedang menjadi trending topic atau viral saat ini.

Begitu pula pada zaman Yesus Kristus.

Ditengah-tengah orang banyak, Yesus juga menjadi viral. Perbuatan Yesus seperti menyembuhkan banyak orang sakit serta mengajar pada orang-orang banyak membuat Yesus viral pada saat itu.

Tetapi meskipun begitu, apakah kita paham siapakah Yesus itu sebenarnya? Apakah tujuan Yesus melakukan banyak kebaikan dan mewartakan ajaran-Nya?

Siapakah “Aku”?

Pada saat itu, bertanyalah Tuhan Yesus kepada ke-12 murid-Nya, “Siapakah aku ini?”

Jangan-jangan ada yang keliru mengagung-agungkan Tuhan Yesus, ia menyembah-nyembah kepada Tuhan Yesus agar dapat diselamatkan Tuhan Yesus, tetapi ia salah mengerti selama ini.

Kemudian para murid menjawab.  Ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis yang datang kembali untuk memberikan pengajaran tentang kebenaran jalan hidup manusia, ada juga yang mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah Elia yang datang dan berkembang pada zamannya, kembali untuk memberi kekuatan pada manusia-manusia saat itu.

Ada pula yang mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah seorang dari para nabi. Jadi Yesus digambarkan dengan berbagai macam model: Yohanes Pembaptis, Elia, seorang dari para Nabi.

Ketika kita diberi pertanyaan demikian, kita juga akan menjawab sesuai apa yang kita ketahui dan dengar, entah itu menurut orangtua kita, atau menurut guru kita.

Tetapi Yesus menginginkan jawaban atas pertanyaan ini:“Siapa sebetulnya aku yang mengikuti dia?”

Ketika Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus, “Tetapi menurut kamu siapakah aku ini?”

Saat itu Petrus yang mewakili ke-11 murid lainnya diajak untuk melihat yang esungguhnya, mengalami yang sesungguhnya, siapakah Tuhan Yesus yang selalu diikuti ini.

Maka Petrus pun menjawab, “Engkau adalah Mesias.” Jawaban tersebut berbeda dengan pendapat banyak orang. “Engkau adalah Mesias, Engkau adalah yang diurapi oleh Allah, Engkauadalah orang yang menyelamatkan banyak orang.”

Pernyataan Petrus ini adalah pernyataan di mana sungguh-sungguh dalam diri Yesus adalah Mesias yang diurapi.  Tetapi bagi para murid lainnya, Petrus masih memiliki pandangan yang kabur dan keliru tentang Mesias, berbeda dengan ajaran yang diajarkan Yesus, apa maksudnya menjadi Mesias.

Bahkan di dunia ini Yesus mengajak kita menyadari bahwa di tengah manusia, Mesias yang terurapi itu harus menderita dan sengsara dalam mewartakan Kerajaan Allah bagi manusia. Ditolak umat-umat dan para Ahli Taurat.

Cara pikir manusia

Petrus sebagai orang yang mengatakan bahwa Yesus adalah mesias dari pandangan manusia itu diartikan bahwa menyelamatkan orang-orang dan memberi perubahan.

Yesus juga mengatakan kepada Petrus, “Enyahlah iblis.”

Karena yang dipikirkan Petrus adalah hanya pikiran manusia, bukan pikiran allah, maka dari itu dikatakan “Enyahlah Iblis. Sebab Engkau tidak memikirkan apa yang dipikirkan Allah melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Pemikiran manusia tentu saja semua pemikiran yang enak, yang serba cepat, gampang dan instan. Sedangkan yang diajarkan oleh Yesus adalah jika ingin menjadi murid Yesus, jalan Mesias adalah yang pertama-tama adalah mengikuti Dia, menyangkal diri dan memanggul salib.

Menyangkal diri

Mengikuti Yesus berarti di posisi belakang, berjalan di belakang Yesus, bukan berjalan di depan Yesus. Yesus di depan artinya sebagai penjuru atau orang yang terus-menerus menunjukkan jalan yang benar kepada manusia.

Menyangkal diri berarti bukan mengikuti apa yang menjadi kemauan manusiawi sebagai pegangan hidup, tetapi kemauan Tuhan Yesus yang menjadi pegangan hidup manusia. Memanggul salib berarti harus berani dan tangguh dalam menanggung semua permasalahan di dalam hidup.

Sekarang kembali ke diri kita masing-masing, apakah kita mampu untuk terus menjadi murid Yesus?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here