Pahlawan Kemanusiaan di Kepulauan Seribu

0
125 views
Pahlawan Kemanusiaan di Kepulauan Seribu. (Ist)

Puncta 05.02.24
PW. St. Agata, Perawan dan Martir
Markus 6:53-56

PERNAH menjadi perbincangan nasional dan internasional Badan Kesehatan Dunia (WHO) tentang sepak terjang Bidan Sum atau Siti Sumiyati. Sejak tahun 1971, ia mengabdikan diri dalam pelayanan kesehatan bagi ibu-ibu yang akan melahirkan di Kepulauan Seribu, Provinsi DKI.

Sudah ribuan ibu dan anak diselamatkan dari tangan pahlawan kemanusiaan ini. Berkat kerja keras dan dedikasinya yang tinggi, ia berhasil menekan angka kematian anak.

Ia juga dikenal dengan sebutan “Bidan Apung” karena pelayanannya menuntutnya terapung-apung di wilayah Kepulauan Seribu.Ia menjelajah wilayah kepulauan Seribu; dari Pulau Pramuka ke Pulau Sebira yang memakan waktu tujuh jam perjalanan di laut.

Ini semua demi menyelamatkan nyawa bayi-bayi yang akan lahir. Banyak anak dan ibu hamil diselamatkan oleh kepedulian dan pengorbanan Ibu Bidan yang baik hati ini.

Dalam perikope Injil hari ini, dua ribu tahun yang lalu Yesus sudah melayani banyak orang dari kota ke kota di sekitar Danau Genesaret. Yesus juga menggunakan perahu menuju kota-kota pesisir itu. Ketika baru saja keluar dari perahu, banyak orang sudah berbondong-bondong datang kepada-Nya.

Mereka membawa orang-orang sakit untuk dijamah oleh Yesus. Banyak orang antri untuk disembuhkan. Mereka percaya hanya menyentuh jumbai jubah-Nya saja, mereka akan sembuh.

Kita dapat merenungkan bahwa kasih Tuhan membawa kesembuhan banyak orang. Dengan penuh kasih, Yesus menghadirkan keselamatan.

Maka orang-orang percaya akan kuasa Yesus itu. Mereka berusaha untuk mendekat dan menyentuh jubah-Nya.

Iman kepercayaan ditanggapi oleh Tuhan dengan kasih keselamatan. Iman menggerakkan orang untuk berusaha dapat menyentuh-Nya. Tuhan menanggapi dengan mengalirkan berkat-Nya.

Dari pihak kita dibutuhkan iman. Kita membuka hati untuk percaya bahwa Tuhan Mahakuasa. Ia berbelaskasih kepada manusia. Ia menganugerahkan berkat dan keselamatan bagi kita.

Mari kita datang dan memohon dengan kepercayaan bahwa Tuhan akan menyembuhkan segala penyakita kita. Dengan iman kita, Tuhan akan berkarya dengan berbagai macam cara.

Datanglah kepada-Nya dan sentuhlah kuasa kasih-Nya, pasti berkat-Nya mengalir kepada kita.

Di langit tidak ada bulan purnama,
Mendung sedang menyelimuti angkasa.
Berdoa dan percaya adalah modal kita,
Tuhan akan bekerja dengan aneka cara.

Cawas, percayalah kepada Tuhan
Rm. A. Joko Purwanto Pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here