Palembang: 35 Imam Muda dan Dua Bruder SCJ Belajar tentang Passion dan Ecocamp

0
1,084 views
Program ongoing formation untuk para imam muda dan bruder yunior SCJ di Palembang. (Romo Sigit Pranoto SCJ)

SELAMA sepekan,  sebanyak 35 imam muda dan 2 bruder SCJ yang adalah para imam-bruder Junior mengikuti  Pekan Studi di RR Giri Nugraha Palembang (4-9 Mei 2017).

PSIJ (Pekan Studi Imam Junior) sendiri merupakan bagian dari Ongoing Formation yang dilakukan rutin satu tahun sekali. Adapun kriteria Imam dan bruder Junior dalam SCJ adalah para imam yang usia tahbisan 0-10 tahun imamat dan para bruder dari mulai berkarya sampai 20 tahun kaul.

Tidak seperti tahun sebelumnya, pada tahun ini para bruder juga dilibatkan.

“Tahun ini para bruder kita ikutkan dalam pekan studi karena dalam Kongregasi kita kata imam dimaknai sebagai orang yang mempersembahkan diri,” ungkap Rm Paulus Guntoro SCJ, Koordinator Imam Junior SCJ.

Ia berharap tahun-tahun yang akan datang lebih banyak lagi para bruder Junior yang bergabung.

Dalam pekan studi tahun ini, para imam dan bruder Junior diajak untuk mendalami dua topik.

Topik pertama adalah The Passion of Soul dilihat dalam perspektif filsafat. Tema ini dibahas oleh Romo  Leo Agung Srie Gunawan SCJ yang baru saja menyelesaikan studi S2 Filsafat di Roma. Tema ini diberikan selama 3 hari (4-6 April 2017).

Dalam membahas tema The Passion of Soul, Rm Leo secara khusus mendasarkan diri pada pemikiran René Descartes, salah seorang filsuf Perancis yang dikenal dengan prinsip: Cogito ergo sum-nya. Melalui tema ini, para imam dan bruder diajak untuk menyegarkan kembali pengetahuannya tentang filsafat sembari merenungkan betapa besar peran passion dalam karya pelayanan.

Ecocamp Bandung

Tema kedua adalah Ecocamp yang diberikan oleh Rm. Dr. Ferry Sutrisna Wijaya Pr dan Ibu Ir. Shierly Megawati Purnomo. Keduanya dari Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup Bandung, yang lebih dikenal dengan Eco Learning Camp di Bandung.

Selama tiga hari para imam dan bruder diajak untuk semakin memiliki semangat mencintai alam lingkungan. Materi dan latihan dilaksanakan berkesinambungan.

Misalnya, pagi hari para peserta diajak untuk bermeditasi alam. Demikian juga pada saat makan, para peserta diajak untuk sungguh menyadari bahwa makanan yang akan disantap merupakan buah dari kebaikan seluruh semesta alam.

Sebelum makan, Rm Ferry membacakan 7 renungan dan selama 7 menit para peserta menikmati makanan dalam suasana hening.

Para peserta juga diajak untuk melihat beberapa poin penting dari Laudato Si.

Di akhir pertemuan, setiap peserta diajak untuk membuat komitmen pribadi yang secara bebas akan dilakukan secara pribadi. Komitmen itu merupakan perwujudan dari upaya untuk semakin mencintai lingkungan hidup dan upaya menyelamatkan bumi yang semakin kritis.

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here