Pandemi Covid-19: Seminari Diaspora, Transformasi Pendidikan di Seminari Palembang

0
333 views
Seminari Diaspora: Membantu pelayanan ke stasi.

MEREBAKNYA wabah Covid-19 di Indonesia sejak medio Maret 2020 lalu telah mengubah banyak bidang dalam kehidupan. Dunia pendidikan menjadi saalah satu bidang yang terpengaruh oleh besarnya dampak pandemi ini.

Setidaknya hingga pertengahan Juli 2020, seluruh proses pendidikan konvensional dengan metode tatap muka di kelas terhenti dan diganti dengan metode daring.

Formatio pendidikan di seminari pun tidak luput dari berubahnya pola pengajaran. Separuh dari semester genap yang lalu telah dilalui oleh para seminaris di Seminari Menengah St. Paulus Palembang dengan proses belajar dari rumah.

Seluruh seminaris dikembalikan ke keluarga masing-masing untuk mengikuti proses belajar daring.

Seminari Diaspora: Menemani ke stasi.
Seminari Diaspora: Suasana formatio yang berbeda.

Menjadi seminari diaspora

Menghadapi tahun ajaran baru 2020/2021, seminari mengubah pola formatio terkait dengan masa pandemi yang belum selesai. Kondisi kota Palembang yang masih di zona merah penyebaran covid-19 mengakibat para seminaris belum bisa dikumpulkan kembali seperti biasanya.

Untuk itu, selama masa pandemi ini, seminari bertransformasi menjadi Seminari Diaspora, seminari yang tersebar di berbagai tempat.


Seminari Diaspora menjadi bentuk alternatif pendidikan setidak sampai keadaan kondusif dan aman. Para seminaris dipanggil dan dikumpulkan di paroki asal masing-masing, atau di komunitas religius yang ditentukan.

Hal ini dilakukan agar para seminaris tetap mendapatkan pendampingan dari para imam dan religius sehingga benih-benih panggilan tetap terjaga, bahkan dapat semakin dimurnikan.

Program seminari Diaspora sudah dimulai sejak awal Juli 2020, dan sudah mendapatkan restu dari Bapa Uskup (Keuskupan Agung Palembang, dan Keuskupan Tanjungkarang).

Dari data yang ada, para seminaris saat ini tersebar di 5 Keuskupan di wilayah Sumatera: Palembang,Tanjungkarang, Pangkalpinang, Padang, dan Sibolga.

Seminari Diaspora: Kegiatan non akademik.
Seminari Diaspora : Mengolah dan merawat lingkungan.

Respon positif paroki dan komunitas religius

Demi terpeliharanya panggilan dan terlaksananya proses belajar secara daring dengan baik, para pastor dan komunitas religius memberikan respon positif terhadap program Seminari Diaspora ini.

Bahkan beberapa tempat memiliki jadwal yang sesuai dengan kebutuhan formatio seminari agar ritme dan kegiatan hidup khas seminaris tidak hilang.

Terfokusnya para seminaris di komunitas-komunitas akan sangat membantu proses pembelajaran yang akan diberikan oleh para guru, salah satunya fasilitas jaringan internet juga disediakan oleh paroki.

Hal ini diharapkan dapat mengatasi keluhan tentang jaringan dibandingkan jika mereka tetap berada di rumah masing-masing.

Seminari Diaspora: Awal kegiata formatio.

Partisipasi paroki dalam pembiayaan

Keterlibatan paroki dan komunitas religius dalam program Seminari Diaspora diharapkan mampu mendekatkan para seminaris dengan Gereja yang lebih luas, dan juga sebaliknya. Para seminaris dapat ikut terlibat dalam layanan di paroki sesuai kapasitasnya, dan paroki (umat) juga dapat membantu tumbuh kembang panggilan para seminaris.

Transformasi seminari ini juga membawa dampak pada pola pembiayaan bagi para seminaris.

Selama live in, kehidupan mereka dibiayai oleh pihak paroki dan komunitas.

Kontribusi biaya dari para orangtua tetap dikirimkan ke seminari, dan nantinya seminari akan memberikan “ganti biaya” kepada paroki/komunitas yang kesulitan tentang biaya hidup para seminaris.

Selama program Seminari Diaspora, para seminaris juga tetap mendapatkan layanan pendidikan formal dari guru-guru SMA Xaverius 1 Palembang.

Maka, kondisi ini juga tetap menuntut kewajiban dari seminari untuk melunasi biaya pendidikan (SPP) seperti biasa. Dengan program ini, beberapa paroki pun tergerak untuk membantu pembiayaan para seminaris yang berasal dari parokinya.

Panggilan untuk mengetuk hati

Sejak berlangsungnya wabah pandemi, kondisi perekonomian banyak pihak mengalami gangguan, termasuk seminari. Selama interval Maret–Juni 2020, setidaknya partisipasi para donatur dan kiriman pembiayaan dari orangtua para seminaris menurun drastis.

Kurang dari 50% dari kondisi normal. Jika kondisi ini berlangsung lebih lama lagi, tentu akan berdampak lebih luas lagi pada proses pendidikan di seminari.

Di tengah kondisi serba sulit saat ini, seminari juga masih terbuka terhadap uluran tangan-tangan baik yang hendak berpartisipasi bagi keberlangsungan proses pendidikan dasar para calon imam.

Bagi yang tergerak untuk berpartisipasi, dapat menghubungi Seminari Menengah St. Paulus Palembang, atau berdonasi ke:

  • BCA Ruko Rajawali, a.n Petrus Sugiarto atau Florentinus Sepiono SCJ; No. Rek.1160889752
  • BCA KCP A. Rivai, a.n SEMINARI ST. PAULUS PALEMBANG; No. Rek 8570509111
  • BRI Unit Rajawali Veteran-Palembang, a.n Seminari Menengah Santo Paulus Palembang; No. Rek. 5754-01-000969-53-7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here