Pandemi dan Kemanusiaan, Sebuah Pengingat dari Adolfo Pérez Esquivel

0
186 views
Adolfo Pérez Esquivel.(Ist)

ADOLFO Pérez Esquivel adalah seorang aktivis Hak Asasi Manusia Amerika Latin serta penerima penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian tahun 1980.

Pérez Esquivel dikenal sebagai seorang arsitek dan pemahat terkemuka serta seorang profesor di Argentine National School of Fine Arts.

Sebagai seorang seniman, karya milik Pérez Esquivel memiliki nuansa religius, melambangkan kebudayaan Amerika Latin serta sering kali bermakna tentang perdamaian.

Salah satu karyanya berupa mural terletak di Gereja Katedral Riobamba di Ekuador dengan judul “El Cristo del Poncho junto a los Pueblos Latinoamericanos” yang artinya “Kristus Poncho Bersama Masyarakat Amerika Latin”.

Beliau juga adalah salah satu pendiri yang juga menjabat sebagai sekretaris jenderal dari sebuah organisasi bernama The Service of Peace and Justice Foundation (Servicio de Pazy Justicia or SERPAJ) yang terbentuk pada 1974 sebagai hasil dari gerakan antikekerasan oleh aktivis kristen di seluruh Amerika Latin.

Dengan slogan “Struggle through Nonviolence,”. Artinya, “Perjuangan Tanpa Kekerasan”.

Adolfo Pérez Esquivel menyebutkan dalam wawancaranya dengan Daisaku Ikeda, seorang filsuf dan pengusung perdamaian asal Jepang, “Ketakutan melumpuhkan, dan itu hanya satu langkah dari ketakutan menjadi kepengecutan.”

Wabah COVID-19 bukan menjadi alasan bagi kita untuk mengorbankan HAM. Seperti kejadian di Amerika Serikat beberapa waktu lalu di mana orang-orang panik dan menyerbu tisu toilet serta kebutuhan sehari-hari lainnya secara tak terkontrol.

Atau saat masyarakat Indonesia memborong masker dan menyebabkan petugas kesehatan kekurangan, padahal merekalah yang jauh lebih membutuhkannya.

Pérez Esquivel mengatakan, jika kita membiarkan diri kita ditundukkan oleh kepengecutan, kita kehilangan kondisi fundamental kemanusiaan kita. Dengan menjadi sasaran kekuasaan yang mendominasi dan kekerasan serta ketakutan yang ditimbulkan oleh kekuasaan tadi.

Mengutamakan kemanusiaan

Di masa pandemi seperti ini, kemanusiaan dan kepedulian adalah hal yang perlu kita utamakan. Semua orang memiliki hak yang sama untuk hidup.

Menjaga keselamatan kita sendiri sebenarnya juga merupakan bentuk kepedulian kepada orang lain.

Dengan memakai masker dan menjaga jarak kita melindungi diri kita juga melindungi sesama kita.

Selain itu, dengan memberikan uluran tangan kita kepada mereka yang lebih merasakan dampak pandemi juga merupakan bentuk kemanusiaan kita.

Donasi masker, kebutuhan pokok, maupun uang telah membantu meringankan beban mereka serta menjaga mereka dari wabah ini.

Pérez Esquivel kemudian menyebutkan lebih dalam wawancaranya “kemanusiaan memiliki kapasitas luar biasa ketika bekerja untuk tujuan bersama.”

Tujuan tersebut tak lain adalah kebebasan dan perdamaian.

Hal itu memberikan kekuatan dan harapan yang sangat besar bagi kemanusiaan.

Dengan usaha bersama, kita dapat memberi harapan kepada satu sama lain dan bertahan dengan kepercayaan bahwa pandemi akan segera usai dan hidup akan menjadi lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here