Panggilan Hidup Menikah atau Selibat

0
341 views
Panggilan sebagai keluarga atau selibat

Bacaan 1: Yos 24:1-13

Injil: Mat 19:3-12

Setiap umat katolik memiliki panggilan hidup masing-masing dalam kehidupannya di dunia. Dari sekian banyak panggilan hidup, ada panggilan hidup berkeluarga dan panggilan hidup selibat seperti yang dijalani oleh para rohaniwan-rohaniwati katolik.

Bahwa seseorang menikah bukan karena ia ketemu pasangannya, pacaran lalu menikah. Namun lebih kepada campur tangan Ilahi dan bukan suatu kebetulan.

Demikian juga seseorang yang terpanggil menjadi romo, bruder dan suster.

Sehingga panggilan sebagai keluarga ataupun selibat, merupakan panggilan sakral yang menuntut suatu komitmen tinggi serta kesetiaan dalam menjalaninya.

Bacaan injil hari ini sangat jelas mengajarkan hal itu.

“Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?

Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Hal itu dikatakan-Nya saat Ia berdebat dengan orang-orang Farisi yang ingin menjebak-Nya untuk dipersalahkan agar bisa dihukum, mengingat popularitas-Nya makin tinggi.

Demikian juga tentang panggilan selibat.

“Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Surga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”

Masyarakat Yahudi begitu percaya akan keterlibatan Allah dalam kehidupan mereka. Sehingga mereka percaya akan segala sesuatu bukan sebuah kebetulan tapi ada yang mengaturnya, yaitu Allah.

Demikian juga sejarah bangsa Israel mendiami tanah Kanaan, yang merupakan “Tanah Terjanji” bagi mereka, merupakan campur tangan Ilahi.

“Sesungguhnya, bukan oleh pedangmu dan bukan pula oleh panahmu.

Demikianlah Kuberikan kepadamu negeri yang kamu peroleh tanpa bersusah-susah dan kota-kota yang tidak kamu dirikan, tetapi kamulah yang diam di dalamnya; juga kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang tidak kamu tanami, kamulah yang makan hasilnya.”

Pesan hari ini

Pernikahan dan hidup selibat adalah panggilan yang sakral, tak seorangpun berhak merubahnya sebab sudah ditentukan oleh-Nya sejak semula.

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua sudah ada yang mengatur.

“Kesetiaan berarti ketulusan untuk menyimpan satu hati di dalam hati dan berjanji untuk tidak akan mengkhianati.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here