Pantaskah Meminta Upah kepada Allah?

0
31 views
Ilustrasi - Menerima upah gajian. (Ist)

PETRUS itu murid Yesus yang sangat khas. Salah satu sifatnya, suka omong terus terang. Kadang tidak memikirkannya secara matang dan mendalam lebih dulu. Tidak jarang Yesus menegur dan memarahinya.

Baru saja Yesus berkata alangkah sukarnya orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah (Markus 10:23.24), Petrus langsung menagih. “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau.” (Markus 10:28).

Kalimat itu sepertinya belum selesai. Petrus mesti bertanya, “Lalu mana upahnya?” Dia dan teman-temannya memang telah meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti Yesus (Markus 1:16-20). Pantaskah Petrus meminta upah (Lukas 17:10)?

Yesus mengetahui maksud Petrus.

Lalu Dia bersabda, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal” (Markus 10:29-30).

Sabda itu menegaskan janji Yesus bahwa mengikuti Dia tidaklah sia-sia. Mereka yang menjadi pengikut-Nya masuk ke dalam keluarga Allah. Di sana mereka mempunyai saudara-saudari dan ayah-ibu yang sangat banyak, walau disertai penganiyaan. Itulah fakta yang orang-orang Kristen alami waktu injil ini ditulis.

Meski demikian, mereka bertekun dan setia mengikuti Yesus, karena percaya bahwa mereka akan masuk ke dalam kehidupan kekal. Kerajaan itu tidak membedakan siapa yang lebih penting dan siapa yang kurang penting. Yesus bersabda, “Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.” (Markus 10:31).

Dalam Kerajaan Allah itu, kriteria, urutan, dan “ranking” buatan manusia tidak berlaku. Allah menjadi yang terutama dan menentukan segalanya. Semua akan menjadi orang-orang yang sempurna dalam kasih. Itulah upah mengikuti Yesus.

Selasa, 28 Mei 2024
HWDSF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here