Para Sahabat Suster OSF (1)

0
1,024 views
Anggota pengurus Sahabat OSF. (Ist)

MENDENGAR kata “sahabat”, tentunya anda sekalian mengalami rasa perasa tertentu. Suatu kehangatan, kemesraan, kebahagiaan, merasa dihargai, dan rasa aman tertentu. Memang, bila kita kenangkan pengalaman-pengalaman hidup kita masing-masing, akan kita temui saat-saat di mana kita sungguh-sungguh merasa tersentuh.

Saat-saat seperti itu ada banyak. Salah satu saat yang paling mengesankan kita adalah saat ketika ada orang yang menyebut diri kita sebagai sahabat. Mungkin orang tersebut berkata: “Aku punya banyak kenalan, punya banyak teman, namun engkau adalah sahabatku.”

Harga diri kita langsung terangkat, dan kita bisa membusungkan dada: merasa mendapat suatu privilese, keistimewaan tertentu.

Munculnya Sahabat OSF

Kaum religius dan kaum awam adalah anggota Gereja yang satu. Sebagai anggota Gereja yang satu bercirikan semangat kasih dan pelayan Yesus Kristus, kita diajak untuk mau bekerja ama dalam meneruskan karya keselamatan Tuhan.

Kita sebagai anggota gereja diutus oleh Tuhan untuk mewartakan Kabar Gembira kepada dunia ini. Tugas perutusan membawa Kabar Gembira itu akan menjadi lebih ringan dan lebih berhasil, bila kita saling bekerjasama. Dengan keterlibatan awam yang bersemangat dan berdedikasi, suatu karya akan berdampak bagi keselamatan serta membawa kemajuan.

Salah satu misi para suster OSF di Indonesia adalah “Membuka diri dan bekerjasama dengan siapa saja yang berkehendak baik dalam  memperjuangkan nilai-nilai politik, ekonomi, sosial, dan budaya untuk mengangkat martabat manusia dan keutuhan lingkungan semesta”.

Untuk menindaklanjuti misi tersebut, maka Dewan Pimpinan Provinsi Tritunggal Mahakudus Indonesia membentuk wadah yang dinamakan “Sahabat OSF”.

Sahabat OSF dan tujuannya

Sahabat OSF yaitu semua orang yang berkehendak baik, mau hidup untuk menghayati, menggali, mengembangkan semangat Fransiskan agar dapat terus tumbuh berkembang. Mewartakan dan memperkenalkan pelayanan dan karya–karya suster OSF, serta mau memberikan sumbang saran untuk pemeliharaan dan kemajuan aset dan karya suster OSF.

Sejarah berdirinya

 Pada tanggal 13 Januari 2018 diadakan rapat di Susteran OSF Kahuripan. Hadir Sr. M. Susanna Heri Susanti  (Provinsial lama), Sr. M. Rosali Prime Hatmani (Provinsial baru), Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM, bersama para awam yang mempunyai hati untuk membantu perkembangan karya-karya suster OSF, yang membutuhkan keterlibatan awam bukan religius.

Suster Provinsial mengucapkan terima kasih kepada Sahabat OSF.

Tujuan rapat ini untuk membentuk pengurus Sahabat OSF.

Setelah disepakati bersama maka pada tanggal 22 April 2018 dijadikan tanggal berdirinya Sahabat OSF, dengan susunan Pengurus sbb :

  • Pelindung: Sr. Rosali OSF.
  • Koordinator: Sr. Monique OSF.
  • Pendamping: Sr. Paula OSF,  Sr. Lucia OSF, Sr. Christella OSF, Sr. Clarine, Sr. Oda, Sr.  Ignace Marie OSF.
  • Ketua: Wim Hadiwibowo.
  • Sekretaris: Dwi Kartika.
  • Bendahara: Sri Indra, Yeni Puspita.
  • Humas: Fifi Caruli, Siwi Dwi Saputro, Irene Olga.
Pertemuan di Semarang.

Dalam Perayaan Ekaristi di Kapel Susteran OSF Kahuripan para pengurus dilantik dan mendapat berkat khusus dari romo yang mempersembahkan Perayaan Pkaristi saat itu.

Setelah mendapat bekal berkaitan dengan spiritualitas pendiri kami yaitu St.Fransiskus Assisi dan Ibu Magdalena Daemen, juga diperkenalkan karya-karya suster OSF di seluruh Indonesia, beserta tantangan yang ada.

Karenanya, langkah pertama pengurus Sahabat OSF adalah membuat visi-misi,  program kerja, serta perekrutan sahabat.

 Visi-misi 

Visinya:  “Kami, para Sahabat OSF, menghayati ajaran Yesus Kristus dalam semangat Bapa Fransiskus Assisi dan Ibu Magdalena Daemen, yang percaya akan kebaikan Tuhan dan penyelenggaraan-Nya, untuk menghadirkan belas kasih, keadilan, kedamaian, dan suka cita di zaman ini dengan kelembutan hati bagi semua ciptaan.”

Misi 

  1. Memperkenalkan dan menghadirkan semangat dan karya para suster OSF.
  2. Membuka diri dan bekerjasama dengan siapa saja yang berkehendak baik dalam menghadirkan belas kasih, kedamaian dan kegembiraan untuk mengangkat martabat manusia dan keutuhan lingkungan.
  3. Menghadirkan Kristus dalam setiap pelayanan Sahabat OSF dimana pun berada dengan semangat kelembutan hati yang membawa kesejahterahan, damai, kegembiraan dalam upaya memberdayakan mereka yang miskin, lemah dan menderita.

Program kerja

  1. Pengenalan dan perekrutan Sahabat OSF.
  2. Pembinaan rohani Sahabat OSF.
  3. Prioritas karya Suster OSF yang perlu ditangani dalam karya sosial dan karya lain.
  4. Melakukan kunjungan karya.
  5. Membentuk jejaring alumni yang dihasilkan oleh karya OSF dari bidang pendidikan, kesehatan, panti asuhan dan asrama.
  6. Menyiapkan blue print setiap karya OSF memandang 4 tahun kedepan “yang berakar pada Injil, kita membangun kualitas hidup Fransiskan dalam pengutusan zaman ini”.

Pengenalan dan perekrutan Sahabat OSF dimulai dari Kahuripan, Bogor, tanggal 19 Mei 2018 dengan 25 orang  hadir.

Kemudian tanggal 15 Juli 2018 di Bekasi dan tanggal 27 Juli 2018 di Semarang ada 45 orang yang berminat menjadi sahabat OSF dan betapa gembiranya saat pertemuan di Semarang ada Suster Jenderal OSF Sr. Deborah Lockwood.

Pengurus Sahabat OSF dengan Suster Jenderal, Dewan Jenderal dan Suster Provinsial

Masing-masing yang datang memperoleh berkat Ibu Magdalena dan mendapatkan Kalung dan Salib Tau.

Para sahabat OSF baik yang dari Bogor, Jakarta, Bekasi dan Semarang telah dibekali dengan spiritualitas dan semangat St. Fransiskus Assisi serta Ibu Magdalena Daemen. Selain itu, mereka juga dikenalkan karya-karya yang dikelola oleh para suster OSF Provinsi Tritunggal Mahakudus Indonesia.

Juga dipaparkan Visi-Misi Sahabat OSF.

Mereka antusias, tertarik dan ingin membantu para suster OSF, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Yang sudah mereka lakukan adalah membuat Rumah Kasih di Jalan Ronggowarsito 11 Semarang. Tempat ini dirancang  untuk kegiatan sosial  di mana:

  • Senin dan Kamis ada kegiatan food care.
  • Rabu dan Jumat diadakan parent-care.

Di samping itu,  mereka juga terlibat untuk:

  • Pengembangan karya Rumah Khalwat di Ambarawa.
  • Pengembangan Panti Wreda di Boro.
  • Pengembangan karya Pendidikan di Bogor.
  • Menjadi agggota Panitia Perayaan Tumbuk Agung Yayasan Brayat Pinujiyang akan dirayakan 11 Mei 2019 yang akan datang. (Berlanjut) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here