Paroki Kleco di Solo: Kini, Anak-anak pun Sudah Berani Syering dan Bahkan Rebutan Berdoa

0
524 views
Paroki Kleco di Solo: Kini, Anak-anak pun Sudah Berani Syering dan Bahkan Rebutan Berdoa. (Ist)

PENGALAMAN indah inginkami bagikan saat pertemuan ke-2 Pendampingan Persiapan Komuni Pertama, Jumat, 5 Maret 2021 pukul 17.00 -17.30.

Indah, karena dengan materi “Aku Mengenal Doa Harian Gereja Katolik” yang dipandu Ibu Nanik dan didukung link Google Meet buatan Ibu Winda, pelajaran komuni pertama secara daring ini sukses diikuti 57 anak. Satu anak izin berhalangan dari total 64 anak.

Berjalan dengan sangat antusias.

Komuni Pertama di Paroko Kleco, Solo. (Ist)

Mulai dari bergabung ke link Google Meet, anak-anak sudah ramai. Itu karena semangat mengikuti pelajaran yang dipandu Ibu Nanik. Antusiasme anak-anak lebih terlihat lagi, ketika Ibu Nanik memandu dan meminta anak-anak melaporkan dan syering penugasan pekan lalu.

Penugasan pekan lalu oleh Ibu Winda ditanggapi anak-anak dengan baik. Anak-anak juga tidak ragu-ragu. Mereka punya keberanian menyampaikan syering laporan tugas yang dikerjakan.

Tugas pekan lalu adalah mengikuti misa daring, melaporkan bacaan Injilnya apa dan apa inti homili dari pastor yang memimpin ekaristi.

Berani syering

Ada beberapa anak yang berani membaca laporan tugas yang dikerjakan. Ia memulai dengan membaca catatan yang dibuat:

  • Bacaan Pertama dari Kitab Kejadian 22;
  • Bacaan kedua dari Roma 8;
  • Bacaan Injil dari Markus 9:2-10.

Saat melaporkan inti homili, anak dengan sangat jelas mengungkapkan inti kotbah Romo Eman:

Anak calon penerima Komuni Pertama berani syering.

“Tuhan Yesus mengajak para murid untuk tidak terbawa mimpi dan senang dengan impian. Tetapi harus berani melihat realitas, tidak hanya senang dengan kemuliaan, tetapi mau menjalani penderitaan. Harus realistis dan mau mengikuti Yesus melakukan perjalanan ke Yerusalem, menderita, disalib, dan mengalami kemuliaan.”

Anak-anak sudah bisa menangkap makna pewartaan sabda dan mencoba sungguh-sungguh menyiapkan diri untuk persiapan menerima komuni.

Anak-anak juga sudah berani syering. Tentu ini terjadi, karena pendampingan orangtua di rumah. Mereka telah memberi perhatian bagi perkembangan iman anak.

Sebuah kesinambungan atau kelanjutan dari Tim Komuni Pertama memberi tugas dan membahas tugas pekan lalu; kemudian memberi tugas pekan ini.

Saat Ibu Nanik memberi tugas di bawah ini, maka anak-anak dengan antusias pula mengatakan, “Siap bu”; “Itu dibuat setiap hari?”; “Ditandatangani orangtua setiap hari?” dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. 

Komunikasi daring atau secara online terjadi dengan baik, karena ada dialog antara pendamping dengan peserta calon komuni pertama.

Tugas pekan lalu.

Berebutan pimpin doa penutup

Pada saat pertemuan akan berakhir, Bu Nanik menanyakan siapa yang ingin memimpin doa penutup. Maka, setidaknya ada empat anak yang mengatakan: “Saya Bu… saya Bu… saya Bu…”

Mereka antusias ingin mau memimpin doa penutup. Seorang anak puteri yang ditunjuk Ibu Nanik akhirnya memimpin doa dengan baik.

Kami katakan baik, karena sebelum memimpin doa, anak ini mengawali ajakan pada teman-teman dengan menyatakan: “Marilah teman-teman kita mengambil sikap doa yang baik”.

Sebuah ajakan anak yang memberikan pelajaran dari anak pada anak yang lain yang sangat indah.

Antusiasme anak-anak tidak cukup berhenti di situ. Bahkan ketika link akan ditutup pun, masih beberapa anak yang enggan leave, sehingga Bu Nanik mengatakan, “Kalau belum mau leave, boleh berbincamg-bincang dengan Bu Nanik”.

Tulisan ini hanya sebuah syering kecil dengan harapan: dapat meneguhkan pendampingan online tidak mengurangi antusiasisme anak, keaktifan anak tergantung pendampingan orangtua.

Juga, pendampingan iman anak merupakan suatu proses dan ada kegembiraan saat anak menanggapi pewartaan dan semangat membuka diri untuk mengembangkan imannya.

Berkah Dalem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here