Pastor Bukan Tuhan

0
460 views
Ilustrasi - Pastor bukan Tuhan by Romo Koko MSF

BAPERAN – BAcaan PERmenungan hariAN

Senin, 28 Juni 2021

Tema: Kepekaan atau?

  • Bacaan Kej 18: 16-33.
  • Mat. 8: 18-22.

DOA syafaat dialog Abraham dan Yahwe dalam suasana keprihatinan membuahkan hal yang mengagumkan. Menggetarkan surga, mendamaikan bumi.

“Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.”

Lalu pergilah Tuhan, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya, ay 32b-33

“Arep nesu aku ki. Rak trimo. Koyo ora ngerti perjuanganku. Kok enak omongne. Ora duwe perasaan.”

Begitulah ucapan orang yang ingin mengikuti Yesus.

“Lo kenapa, Mas? Kok ujug-ujug sewot?”.

“Minggu lalu aku baru bimbingan, pemantapan. Kok, tiba-tiba dibilang aku gak cocok jadi imam. Kenapa nggak sejak dulu, kalau betul-betul dia mengenal pribadiku sebagai anak bimbingannya,” ucapnya galau.

Piye… piye… lungo ae yuk. Ana mie tek…tek,” kataku enteng.

Lalu ia pun mulai berkisah.

“Aku tuh dari keluarga bukan Katolik. Aku jadi Katolik pas SMA merga bulik-ku Katolik. Suatu saat, aku ditanya seorang pastor, ‘Mau jadi romo nggak?’

“Ngak tahu Romo, belum terpikir, Mo,” jawabnya.

“Termotif bulik-ku, seorang suster biarawati, aku akhirnya memutuskan masuk seminari. Kendati orangtuanya yang belum percaya Yesus, tidak setuju, melarangnya. Mereka ingin punya keturunan dari anak laki-lakinya. Ia anak laki yang terakhir.”

Ia begitu semangat menjalani pendidikan seminari. Ia bercerita tidak ada gejolak menghadapi godaan lawan jenis. Lancar-lancar saja.

Tidak ada tantangan yang berat. Studi dan hidup berkomunitas, oke. Tidak pernah tergoda atau berpikir mangkir dari panggilan. Semua dijalani dengan baik, ngak neko-neko, lurus dan mantep.

Good boys, nice girls.

Nilai di atas tuntutan minimal. Selalu rajin bimbingan rohani.

Lalu, tiba-tiba datanglag pernyataan mengejutkan.

Dua tahun memasuki studi tahap teologi dalam bimbingan rohani, tiba-tiba pembimbing berkata, “Kiranya kamu tidak cocok menjadi imam.”

“Kenapa? Apa alasan Romo punya kesan seperti itu,” gugatnya.

“Ya, begitulah,” jawabnya singkat dan tidak menerangkan panjang lebar.

Pembimbing memberi penjelasan singkat tentang cara hidup imam. Kenapa tidak sejak awal poin ini diolah. Ia mengalami pergulatan batin.

Hari-hari menyesakkan. Hati suram.

“Cari pembimbing lain ae,” kataku spontan.

Ia berkeputusan, mencari pembimbing yang lebih sepuh dan berpengalaman.

Mungkin karena relasi seperti bapa dan anak, hari-harinya penuh keyakinan mulai terbangun kembali.

Setahun sebelum tahbisan, pembimbing rohani yang lama meninggal.

Dialog bersama Dia yang memiliki panggilan sangatlah penting. Panggilan mengabdi bisa di mana saja. Bukan berarti yang satu lebih kudus, lebih tinggi, lebih bermartabat dan terhormat dari yang lain.

Panggilan itu  adalah kebebasan, kemerdekaan untuk mengabdi bukan sesuatu yang dicari dengan motif-motif yang  tersembunyi dan manipulatif.

Ia disarankan berbicara ke psikolog untuk membahas reaksi-reaksim bila sesuatu yang diinginkan itu tak terpenuhi.

Akhirnya ia ditahbiskan.

Keyakinan dan niat tulus dapat memantapkan dan menjernihkan panggilan dan sukacita perutusan. Titik-titik lemah kemanusiaan pribadi pun juga dapat menjadi rambu-rambu pengembangan dan pematang perutusan.

Menjadi pengikut Kristus kadang berhadapan dengan kenyataan dan pernyataan yang keras. Bahkan terkesan mengancam.

Anggap saja sebagai proses pengujian.

Hanya dengan keyakinan mengabdi, ia berani belajar berjalan dalam iman. Hanya dengan kesadaran sebagai yang diutus, dimampu berjalan seirama fokus perutusan. Hanya dekat dengan keluarga inti, ia bisa berharap dan menerima dukungan dan doa yang luar biasa.

Panggilan itu sebuah undangan. Tidak tahu persis secara tepat, apakah Tuhan betul  menghendaki dan berkenan?

Tetapi Ia akan menyempurnakan apa yang telah dimulai.

Kata Yesus, “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Ikutlah aku.” ay 20, 22a.

Tuhan, Engkaulah yang memiliki panenan itu. Perkenankanlah aku datang. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here