Pelita Hati: 01.07.2022 – Memanggil Yang Berdosa

0
466 views

Bacaan: Am. 8:4-6,9-12, Matius 9:9-13

Pada  waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Mat 9:11-13)

Sahabat pelita hati,

KISAH panggilan dan pertobatan Matius si pemungut cukai adalah sebuah karya indah Allah. Pemungut cukai yang dikategorikan sebagai pendosa dan musuh masyarakat kini telah bertobat dan mengikuti Tuhan. Ia diangkat dari jurang dosa dan beralih kepada hidup dalam bimbingan Bapa. Yesus tidak pilih-pilih dalam memanggil dan mengundang manusia untuk dijadikan murid-Nya.  Apa pun latar belakangnya jika mereka membuka hati dan menanggapi panggilan-Nya Tuhan akan segera menjadikan kawanan pengikut-Nya. Yesus sedang menjalankan misi untuk menarik orang-orang berdosa ke dalam pangkuan kasih-Nya. Yesus juga sedang mempraktekkan bagaimana harus berbelas kasih kepada orang-orang yang dikategorikan pendosa. Orang-orang semacam ini yang harus mendapat perhatian lebih khusus daripada orang-orang lain yang dikategorikan sebagai orang benar. 

Sahabat terkasih,

Apakah kita berusaha menarik kembali saudara-saudari yang selama ini menjauh dari pangkuan kasih Tuhan? Apakah kita juga  berinisiatif untuk menumbuhkan kembali semangat beriman saudara-saudari kita yang lesu dan kurang bergairah? Kita tak boleh abai dan harus berusaha menarik mereka kembali di jalan dan jalur keselamatan Tuhan, tentu dengan cara-cara yang simpatik dan elegan. Inilah sebentuk usaha belas kasih kita kepada sesama.

Pasar ikan dekat pelabuhan,
ikannya segar sehatlah badan.
Tuhan menghendaki belas kasihan,
bukan pujian dan persembahan.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here