Pelita Hati: 03.08.2020 – Doa: Menimba Kekuatan, Melawan Ketakutan

0
531 views

Bacaan Matius 14:22-36

Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Mat.14:22-27)

Sahabat pelita hati,

PELITA Sabda hari ini mengetengahkan dua pesan keutamaan, yang Pertama adalah perlunya menyisihkan waktu untuk berdoa sebagai sarana komunikasi dengan Tuhan. Pentingnya doa diteladankan oleh Yesus sendiri. Di tengah kesibukan karya-Nya Yesus mengambil waktu secara pribadi untuk menimba kekuatan dari Bapa melalui doa. Bila Yesus mengambil cara seperti itu bagaimana dengan kita? Apakah kita mengambil waktu pribadi untuk berkanjang dalam doa dengan Tuhan? Atau kita terlalu sombong sehingga merasa tidak perlu mengambil waktu secara khusus untuk berdoa dan berkomunikasi dengan Tuhan? Ingatlah bahwa doa adalah sumber kekuatan bagi hidup kita.

Sahabat terkasih,

Pesan kedua adalah kesadaran dan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa hadir menyertai para murid dan kita umat-Nya, terutama di saat-saat kita bergumul dalam perjuangan kesulitan. Ia hadir ketika perahu para murid diombang-ambingkan oleh angin sakal. Karenanya kita tak boleh putus asa  karena Tuhan selalu hadir pada saatnya. Yang dibutuhkan adalah sikap hati yang terbuka dan percaya kepada-Nya. Yakinlah Tuhan takkan membiarkan kita terombang ambing derasnya gelombang bagai kehidupan. Tuhan ads beserta kita. Tuhan ada bersama kita. Jangan takut dan khawatir.

Manis rasanya buah duku,
duku istimewa dari Maluku.
Tuhan Engkaulah gunung batuku,
pelindung dan perisai hidupku.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here