Pelita Hati: 03.09.2021 – Bijak Hati Dalam Membawa Diri

0
634 views

Bacaan: Kol. 1:15-20, Lukas 5:33-39

Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.” Yesus mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: “Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.” (Luk.5:33.36-39)

Sahabat pelita hati, 

PELITA sabda hari ini mengangkat tema tentang “Hal Berpuasa.” Intinya, berpuasa itu tidak sekedar mengekang dan mengendalikan kebutuhan untuk makan. Demikian juga beriman tidak cukup hanya menjalankan perintah agama atau aturan yang ada. Hidup beriman berarti menyelaraskan apa yang kita lakukan dengan motivasi dan niat hati yang suci. Tak ada gunanya jika seluruh aturan kehidupan kita jalani tetapi hati selalu membenci apalagi mencaci. Dibutuhkan pembaharuan hati agar “anggur baru disimpan dalam kantong yang baru.”

Sahabat terkasih, Kelemahan mendasar orang-orang Farisi adalah tidak menyatunya antara pikiran dan perbuatan. Segala tuntutan dan aturan mereka jalani tetapi hati mereka dipenuhi  rasa benci. Hati dan pikirannya “tak bisa berhenti” untuk mencari kesalahan atau menyalahkan orang.  Semoga kita dijauhkan dari sikap seperti orang-orang Farisi ini. Bersihkan pikiran kita dari kehendak untuk menyalahkan atau mencari kekurangan dan kesalahan orang lain. Jadikan hati kita selalu bersih dari pikiran jahat agar hidup kita selalu membawa berkat. Ini berarti kita menyimpan anggur baru dalam kantong yang baru, sehingga tidak akan koyak. Semangat berjuang untuk newujudkannya.

Lebih baik naik taksi,
daripada sepeda motor sendiri.
Bebaskan kami dari ragi Farisi,
yang suka mendengki dan iri.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here