Pelita Hati: 05.07.2020 – Marilah kepada-Ku

0
386 views

Bacaan Matius 11:25-30

Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.

Sahabat pelita hati,

MARILAH kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Sebuah ajakan dan undangan yang sungguh melegakan hati. Tuhan sungguh peduli terhadap umat-Nya, terutama yang sedang letih lesu dan berbeban berat. Tuhan adalah seorang Bapa yang amat baik. Ia pemelihara sekaligus pelindung seluruh umat-Nya. Tuhan menghendaki agar para murid dan pengikut-Nya mengalami hidup dalam pemeliharaan-Nya, tak hendak seorang murid pun mengalami duka derita. Apakah Anda saat ini sedang mengalami letih dan lesu? Apakah saat ini Anda sedang mengalami beban hidup yang amat berat? Datanglah kepada Tuhan, berserah diri di pangkuan kasih-Nya. Yakinlah Tuhan takkan mengabaikan kita.

Sahabat terkasih,

Tuhan juga berbicara  tentang ‘kuk’ yang ringan. Secara harafiah ‘kuk’ dimengerti sebagai beban. Dalam pelita sabda hari ini ‘kuk’ dimengerti sebagai hukum Taurat yang memuat sederet hukum dan peraturan yang membebani masyarakat Yahudi pada waktu itu. Beban hukum Taurat diperlawankan dengan hukum kasih yang diwartakan Tuhan. Di dalam kasih inilah kita merasakan kenyamanan hati. Dengan kata lain Tuhan juga mengajak kita kita untuk menebarkan kasih itu baik keluarga kita masing-masing maupun dalam hidup bersesama. Semoga kita dapat merasakan kasih itu dalam hidup dan meneruskannya kepada sesama.

Jika rindu berkirimlah surat,
daripada memendamnya.
Marilah kepada-Ku yang lesu dan berbeban berat,
pikulah kuk yang kupasang sebab ringanlah bebannya.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang

Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here