Pelita Hati: 06.07.2020 – Militan dalam Beriman

0
513 views

Bacaan Matius 9:18-26

Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia.  Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. (Mat 9:18-19.23-25)

Sahabat pelita hati,

PENGINJIL Matius hari ini berkisah tentang seorang kepala rumah ibadat Yahudi yang datang kepada Yesus dan memohon agar menghidupkan anak perempuannya yang baru saja meninggal. Sebuah permohonan yang tentu saja dibarengi dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa Tuhan mampu melakukan. Kisah ini sesungguhnya ditulis oleh Matius untuk menyadarkan orang Yahudi akan sikapnya yang menolak Yesus sebagai mesias. Jika seorang kepala rumah ibadat yang nota bene adalah orang Yahudi yang punya kedudukan dalam agama  bersimpuh di hadapan-Nya, mengapa orang Yahudi yang lain justru tak mengakui dan menolak Kristus sebagai Tuhan? 

Sahabat terkasih,

Pertanyaan yang sama juga pantas tertuju kepada kita: bagaimana penghayatan iman kita kepada Tuhan?  Kepala rumah ibadat ini sunggug percaya dan menyandarkan iman  kepada Yesus  walaupun  sikapnya  itu sungguh beresiko. Bisa saja ia akan dikucilkan bahkan dicopot dari karirnya sebagai kepala rumah ibadat karena melawan arus, yakni mengakui Yesus sebagai mesias. Namun ia tidak takut kehilangan jabatan demi menegakkan imannya kepada Tuhan. Apakah iman kita sekokoh iman kepala rumah ibadat ini? Atau kita mudah menyerah tak berani memperjuangkan iman karena takut kehilangan jabatan dan kedudukan? Beriman pada Kristus merupakan penyerahan diri secara total. Semoga kita tetap setia beriman kepada dalam keadaan dan situasi apa pun juga. Bersandar dan berharaplah kepada Dia, sumber keselamatan dan penyelamatan. 

Sungguh indah bunga di taman,
mawar merah indah menawan.
Tanda orang sungguh beriman,
selalu percaya dan mengandalkan Tuhan.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang

Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here