Pelita Hati: 07.04.2022 – Menuruti Firman-Nya

0
674 views

Bacaan: Kej.17:3-9, Yohanes 8:51-59  

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?” Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.” Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Sahabat pelita hati,

HARI ini kita masih melanjutkan dialog antara Yesus dan orang-orang Yahudi yang mengambil tempat di sekitar Bait Allah, Yerusalem. Yesus mencoba menjelaskan kepada mereka siapakah diri-Nya, sementara orang-orang Yahudi menuduh bahwa Yesus ‘meracau’  dan kerasukan setan. Puncaknya adalah ketika Yesus bersabda, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Atas sabda itulah orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.” 

Sahabat terkasih,

Sebenarnya Yesus tidak sedang bicara ‘ngawur’ atau debat kusir, tetapi Ia sedang menyatakan siapakah diri-Nya yang sebenarnya. Ia tidak datang dan berasal dari dunia, tetapi Ia berasal dari Allah, bahkan sejak dunia belum ada dan sebelum Abraham ada. Dia adalah firman yang menjadi manusia, sabda yang menjadi daging dan Allah yang menjelma dan kasat mata. Dan  kini firman-Nya tersurat dalam sabda suci yang dapat kita baca setiap hari. Memang firman Tuhan menuntut  sikap dan komitmen hati. Harus dibatinkan di dalam hati dan kemudian mesti diwujudnyatakan dalam hidup sehari-hari. Hidup menuruti Firman  berarti membiarkan diri dituntun oleh Firman dan menggerakkan hati untuk melakukan kebaikan dan keutamaan. Semoga kita tidak menjadi seperti orang-orang Yahudi yang justru menolak dan ingin mengenyahkan Tuhan.  Mendekati hari Minggu Suci atau Minggu sengsara, semoga kita dipantaskan untuk merasakan derita dan kesengsaraan-Nya sebagai wujud dari komitmen hati kita yang ingin selalu ada bersama-Nya dan di dekat-Nya. Berkah Dalem.

Di sana Papua di sini Maluku,
samudera raya yang menghubungkannya.
Barangsiapa mengikuti firman-Ku,
ia tidak akan mengalami maut selama-lamanya.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here