Pelita Hati: 08.08.2019 – Derita, Salib dan Keselamatan

0
924 views

Bacaan Matius 16:13-23

Sahabat pelita hati,

PELITA sabda hari ini berisi tentang  “Pengakuan Petrus” dan “Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus”. Pengakuan Petrus menjadi istimewa karena merupakan pengakuan iman akan Yesus sebagai Mesias. Dan Tuhan memuji Petrus sekaligus menyerahkan “kunci kerajaan Surga” serta menganugerahi nama baru kepada Simon dengan julukan “Kefas” (bhs Aram atau Ibrani Modern) atau “Petros” (bhs. Yunani) yang berarti wadas atau batu karang. Artinya, Petrus, ‘Sang Batu Karang’ itu menjadi pendasar kokoh berdirinya Gereja umat Allah yang tak tergoyahkan oleh maut. “Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Mat. 16:18-19) Jika Petrus diserahi kunci pintu kerajaan Surga, ini berarti bahwa keselamatan abadi akan diberikan bagi umat yang mendasarkan dirinya pada iman para rasul.

Sahabat terkasih, 

Bagian kedua dari pelita sabda hari ini adalah Yesus memberitahukan penderitaan yang akan dihadapinya. Namun Petrus menolaknya. Karenanya, Yesus menegur Petrus dengan keras, “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (ay.23) Petrus ditegur karena ia melawan rencana dan kehendak Allah.

Sahabat terkasih,

Yesus memperkenalkan cara baru dalam perutusan-Nya, yakni setiap pada kehendak Bapa sekalipun harus menderita, memikul salib dan akhirnya wafaf. Salib menandakan bahwa Ia harus menanggung dan memikul dosa-dosa manusia demi penebusan dan penyelamatan. Salib dapat dimaknai sebagai segala perjuangan, beban hidup dan bahkan penderitaan yang dialami manusia. Sekecil apa pun setiap dari kita pasti akan memikul “salib” itu. Tak boleh kita lari atau menghindar darinya. Harus kita hadapi sebagaimana Tuhan dengan  teguh, tegar dan setia. 

Sahabat terkasih,

Marilah kita berjuang untuk  tegar dan setia memikul beragam tantangan dan kesulitan  perjuangan sambil percaya bahwa Tuhan akan menguatkan. Kita percaya barangsiapa yang setia hingga pada kesudahannya akan menerima keselamatan kekal.

Selamat pagi Tuan dan Nyonya,
silakan menikmati sajian hidangan lokal.
Bagi yang setia hingga pada akhirnya,
akan menerima keselamatan kekal.

Banyutemumpang, Magelang,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here