Pelita Hati: 11.11.2023 – Belajar Menjadi Hamba

0
443 views

Sahabat pelita hati,

NASEHAT pelita sabda hari ini sangat konkret, jelas dan tegas. Segala sesuatu diawali dengan hal-hal sederhana dan biasa-biasa. Inilah tahap-tahap menuju tangga keberhasilan dan kesuksesan, termasuk di antaranya adalah sukses dalam hidup kerohanian. Sekali lagi, dibutuhkan kesetiaan untuk melakukan hal-hal yang kecil, sederhana, juga rutinitas harian kita. Karena itu jangan pernah meremehkan perkara-perkara kecil yang tampaknya sederhana. Untuk menjadi besar kita harus bersedia memulai sesuatu dari perkara yang kecil dan sederhana.

Sabahat terkasih,

Sekali lagi, kata kuncinya adalah setia. Kita harus setia pada apa yang menjadi tanggungjawab kita sehari-hari. Kita harus tekun dan setia menjalani kehidupan yang ada di depan kita.  Apapun jenis pekerjaan dan pelayanan kita adalah berharga di mata Tuhan. Yang dipentingkan adalah kesungguhan, ketekunan dan kesetiaan kita dalam menjalaninya. maka dari itu, marilah kita tegaskan komitmen kita untuk mempersembahkan yang terbaik dan terindah bagi Tuhan. Bukan pertama-tama hasil yang luar biasa tetapi kesungguhan kita untuk setia terhadap apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab kita. Tetap semangat dan berkah Dalem.

Pergi ke laut membawa kail,
memancing ikan di pelabuhan Lembar.
Barangsiapa setia dalam perkara-perkara yang kecil,
ia setia juga dalam perkara-perkara yang besar.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah DalemSt. Istata Raharjo,Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

————————————————————————————

Bacaan:

Rm. 16:3-9.16.22-27;

Lukas 16:9-15

Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah. (Luk 16:9-15)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here