Pelita Hati: 12.11.2018 – Pemaaf dan Penuh Kasih

0
840 views

Bacaan Lukas 17:1-6

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!” Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

SAHABAT pelita hati,

Pelita sabda hari ini memuat tiga pesan keutamaan bagi para murid-Nya,  yaitu:

(1) menjaga diri dan mengendalikan hati. Tidak boleh ada penyesatan apalagi menjerumuskan. Menebar kebaikan harus diutamakan.

(2) Murid Yesus harus memiliki semangat mengampuni dan memaafkan, bukan mengembangkan kebencian dan dendam. Kita harus selalu membuka pintu pengampunan selebar-lebarnya, bahkan jika harus tujuh kali sehari saudara kita berbuat salah dan datang menyesal-meminta maaf. Inilah wujud nyata dari ajaran kasih. Kasih sejati adalah siap untuk mengampuni, tidak mendendam dan membenci apalagi menutupnhati. Apakah kita mampu dan sanggup menjalani tugas berat ini?

(3) Tuhan menegaskan agar kita sungguh memiliki iman. Jika kita memiliki iman sebesar biji sesawi sekali pun kita kan mampu melaksanakan itu semua.

Sahabat terkasih,

Pelita sabda hari ini mengundang kita untuk menegaskan kembali komitmen kita dalam beriman dan bercinta kasih. Apakah kita telah mengusahakan diri menjadi pribadi yang pemaaf dan penuh kasih? Apakah saya dengan sekuat tenaga menjaga kata, hati dan sikap hidup kita bagi kebaikan sesama? Mari kita mulai dari lingkungan terdekat, keluarga maupun sanak saudara kita. Jadilah pribadi yang pemaaf dan penuh kasih untuk mereka dan sesama. Tetap semangat.

Dalamnya laut dapat diduga,
dalamnya hati siapa tahu.
Ya Allah Bapa  di surga,
smoga hidup kami  berkenan  pada-Mu.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here