Pelita Hati: 14.01.2022 – Berbakti Untuk Sesama

0
586 views

Bacaan: 1Sam. 8:4-7.10-22a, Markus 2:1-12


Sementara  Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat. (Mrk 
2:2b-4.11-12)

Sahabat pelita hati,


KISAH penyembuhan orang lumpuh kali ini memang lain dari yang lain atau tidak lazim. Sejumlah orang menggotong yang sakit lumpuh dan dengan nekad membuka (dengan paksa) atap sebuah rumah, tempat Yesus mengajar yang pesak dengan orang. Tentunya suasana menjadi gaduh dan crowded. Mereka menurunkan si lumpuh dari atap rumah persis di hadapan Yesus. Anehnya, Tuhan pun menanggapi permintaan mereka dan sembuhlah si lumpuh itu.


Sahabat pelita hati,

Ada dua pesan keutamaan yang bisa kita renungkan.

Pertama, Nyatalah bahwa Yesus datang untuk semua orang, semua lapisan golongan dan tak membeda-bedakan. Tuhan pun tak menuntut perlakuan istimewa. Di mana pun dan kapan pun Ia selalu siap membantu orang yang dengan penuh iman mohon bantuan. Maka janganlah takut untuk bermohon kepada-Nya.

Kedua, demi sesamanya yang menderita (lumpuh) keempat orang itu berusaha sekuat tenaga untuk penyembuhan sesamanya. Dan Tuhan sungguh melihat niat iman yang tulus dari orang-orang yang membawa si lumpuh. 

Sahabat terkasih,

Belajar dari kisah ini, kita bertanya diri: Apa yang bisa kita lakukan untuk sesama yang menderita?  Apakah kita juga berusaha mencari cara atau jalan agar sesama kita dibebaskan dari deritanya? Bagaimana kita dapat membantu agar diringankan dari perjuangan dan penderitaannya? Semoga kita bisa belajar dari orang-yang menggotong si lumpuh dalam pelita sabda ini. Tetap semangat berbagi.berkat.

Sungguh tampan wajah sang Rama, 
memadu hati dengan dewi Sinta. 
Berbela rasa kepada sesama, 
berbagi kasih pada yang menderita.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here