Pelita Hati: 15.06.2022 – Tak Mengejar Pujian

0
564 views

Bacaan: 2 Raja-raja 2:1.6-14, Matius 6:1-6.16-18

Ingatlah jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Mat.6:1-4)

Sahabat pelita hati,

PESAN utama pelita sabda hari ini adalah jangan hidup seperti orang-orang munafik, yang mengejar pujian dan penghormatan. Tuhan tidak mengajarkan kesombongan dan keangkuhan tetapi hidup kesederhanaan dan kerendahan hati.  Jika ingin menjadi murid Yesus berarti harus siap melepaskan diri dari sikap angkuh dan sombong. Sebaliknya, kerendahan hati lah yang harus merajai hati dan mendapat tempat tinggi bagi Tuhan.   

Sahabat terkasih,

Ajaran dan ajakan Tuhan ini kini tetap relevan bagi hidup kita. Harus diakui kita cenderung masih tergoda untuk mencari pujian diri. Rasanya bangga kalau perbuatan baik kita diketahui orang lain. Rasanya senang jika sumbangan kita diketahui  banyak orang. Rasanya bangga jika nama kita disebut, ditulis apalagi dalam prasasti penghargaan. Semoga sabda Tuhan hari ini sungguh menyadarkan kita untuk kembali kepada sikap asali bahwa pujian manusiawi bukanlah pujian abadi. Kita harus mengejar pujian dari Tuhan yang sifatnya kekal dan abadi walau tidak didengar dan dilihat orang. Di sinilah terletak makna kerendahan hati yang sejati. Jika demikian niscaya hidup kita berkenan di hati Tuhan dan berkah-Nya kan dilimpahkan. Berkah Dalem.

Petang menjelang terasa sunyi,
mentari kembali ke peraduannya.
Sedekahmu hendaknya dengan tangan tersembunyi,
niscaya  Tuhan melimpahkan berkah-Nya.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here