Pelita Hati: 16.09.2021 – Karakter Kasih

0
516 views

Bacaan: 1Tim. 4:12-16, Lukas 7:36-50

Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.” Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” (Luk. 7:36-39.50)

Sahabat pelita hati,

PELITA sabda hari ini menampilkan dua karakter yang bertolak belakang. Yang satu adalah karakter kasih Yesus sementara lainnya adalah tabiat jahat para Farisi dan sekutunya. Jika berkah Tuhan itu sungguh tak berbatas adalah sebuah fakta. Yang pernah merasakan berkah-Nya datang dari beragam latar belakang, ada yang datang dari kalangan pendosa atau yang dikelompokkan sebagai orang berdosa, ada orang miskin sederhana juga ada dari kalangan elit seperti kepala rumah ibadat Yahudi, perwira di kapernaum dan sederet orang lainnya. Tuhan tak membatasi ke mana berkah-Nya menuju, sebagaimana Ia juga tidak membatasi relasi dan pergaulannya. 

Sahabat terkasih,

Kisahnya, Yesus  diundang oleh orang Farisi untuk perjamuan makan di rumahnya. Bayangkan, Yesus selama ini selalu dicari-cari kesalahannya oleh mereka tetapi Ia tetap menghormati undangannya. Awal kisah, ada seorang perempuan pendosa yang mengurapi kaki Yesus dengan minyak dan Tuhan membiarkannya. Karenanya mulailah orang-orang Farisi dalam hatinya menyalahkan Tuhan. Namun Tuhan tak hendak menghentikan berkah-Nya apalagi Ia yakin akan ketulusan hati perempuan pendosa yang mohon belas kasihan itu. Ujung akhir dari perjumpaan yang mengharukan itu adalah Tuhan menyatakan kehendak kasih-Nya: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

Sahabat terkasih,

Orang Farisi dalam hatinya penuh caci maki dan menyalahkan Tuhan, sebaliknya dalam hati Yesus yang ada adalah kasih dan pengampunan. Maka datanglah kepada Tuhan, apalagi jika kita punya beban kehidupan, Ia akan selalu memberikan jawaban yang meneguhkan. Tuhan kita adalah Tuhan yang berkarakter kasih dan pantas diandalkan. Berkah Dalem.

Menghijau indah tanaman tembakau,
semburat merah warna si buah tomat.
Imanmu telah menyelamatkan engkau,
pergilah dengan selamat

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here