Pelita Hati: 16.11.2022 – Darma Bakti Untuk Sesama

0
888 views

Bacaan: Wahyu 4:1-11, Lukas 19:11-28

Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Maka Ia berkata: “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. (Lukas 19:11-15, 20-21, 24-26.)

Sahabat pelita hati,

PERUMPAMAAN tentang uang mina ini berujung pada sabda Tuhan, “Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.” (ay.26). Bagaimana sabda ini harus dimaknai Barangsiapa memiliki kepedulian kasih dan perhatian kepada sesama, ia pun akan berlimpah kasih dan akan berlimpah perhatian pada saatnya. Setidaknya ia akan berlimpah sahabat. Bagi yang senang bersosialitas dan tidak menutup diri, ia akan memiliki banyak relasi. Sebaliknya, mereka yang egois, menutup diri,  tidak peduli kepada sesama dan  tak bersosialisasi, sudah barang tentu akan miskin sahabat. Hidup, pekerjaan, bakat dan ketrampilan yang kita miliki sejatinya adalah ‘uang mina’ pemberian Tuhan yang harus kita kembangkan, bukan untuk disimpan apalagi untuk kepentingan diri. Kita harus yakin dan percaya, ketika kita memberikan perhatian dan peduli kepada sesama, tak akan ada yang berkurang atau hilang dari kita, justru akan berlipat ganda. 

Sahabat terkasih,

Apakah kita telah mendarmabaktikan hidup bagi sesama, terutama yang lemah dan menderita? Lanjutkan, jika telah melakukannya dan mari kita mulai bila kita belum melakukannya selama ini. Berkah Dalem.

Jalan-jalan ke pasar turi,
pasar tradisional luas tempatnya.
Yang mempunyai akan diberi,
yang tidak mempunyai akan diambil semuanya.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here