Pelita Hati: 18.08.2022 – Berpakaian Pesta alias Berpakaian Layak

0
661 views

Bacaan: Yehezkiel 36:23-28, Matius 22:1-14

Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:  “Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu3 kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.” (Mat. 22:1-2.11-14)

Sahabat pelita hati, 

PERUMPAAN tentang perjamuan kawin ini ditujukan kepada orang-orang Farisi sebagai representasi orang-orang Yahudi yang menolak Yesus sebagai Mesias. Para undangan yang telah ditentukan adalah orang-orang Yahudi yang sejak semula disebut sebagai bangsa terpilih. Merekalah yang ditentukan untuk menikmati keselamatan, namun justru tidak menanggapi undangan. Ada yang pergi ke ladang, ke pasar atau mengerjakan urusannya masing-masing, bahkan mereka menangkap, menyiksa dan membunuh para hamba yang diutus membawa undangan. Demikianlah orang-orang Yahudi  tak menerima Yesus sebagai utusan Allah, justru membunuh-Nya. Karenanya sang pemilik pesta mengundang siapa pun juga yang ada di persimpangan jalan dengan syarat agar berpakaian pesta alias berpakaian layak. Namun syaratnya mereka harus menggunakan pakaian pesta atau pakaian yang layak. Pakaian pesta tidak dimengerti sebagai pakaian yang mewah atau mahal tetapi pakaian yang pantas.

Sahabat terkasih,

Apa maksud dengan pakaian yang pantas? Gereja Kristus terbuka bagi siapa saja. Keselamatan disediakan bagi siapapun yang percaya, dari mana asalnya, apa pun latar belakangnya. Terpenting kita harus mengenakan pakaian hati yang layak.  Hati yang layak adalah hati yang menyembah. Hati yang layak adalah hati yang berpasrah. Hati yang layak selalu mengandalkan Allah. Hati yang tak pantas adalah hati yang dipenuhi rasa dengki, iri, sombong dan selalu bertumpu pada kekuatan diri. Semoga warta pelita sabda hari ini mendorong kita untuk lebih memantaskan diri di hadapan Tuhan dengan mengusahakan hidup penuh dengan kasih dan kebaikan. Itulah prasyarat agar kita dilayakkan masuk dalam pesta perjamuan nantinya. Tetap semangat dan berkah Dalem.

Dulu dikenal sebagai anak nakal,
kini amat sukses dalam pekerjaannya.
Tuhan menyediakan perjamuan kekal, 
bagi yang layak dan pantas menerimanya.
Memang lezat masakan kikil,
asalkan jangan berlebih.
Sebab banyak yang dipanggil,
tetapi sedikit yang dipilih.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here