Pelita Hati: 18.10.2022 – Pengutusan Para  Murid: Nasehat dan Peringatan

0
914 views

Bacaan: 2Tim. 4:10-17a, Lukas 10:1-9

Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. (Lukas 10:1, 3-7)

Sahabat pelita hati,

HARI ini Gereja merayakan pesta Santo Lukas penulis Injil. Tidak seperti ketiga penulis Injil lainya, Lukas menulis dua buku, yakni Injil, yang diaebut buku pertama dan Kisah Para Rasul sebagai buku kedua. Injil mengisahkan karya keselamatan yang dilaksanakan oleh Yesus dan digenapi-Nya di Yerusalem sedangkan Kisah Para Rasul melanjutkan dengan kisah pewartaan keselamatan dari Yerusalem sampai ke ujung bumi (Kis 1:8). Inti dari pewartaan keselamatan itu adalah menghadirkan damai-sejahtera. 

Sahabat terkasih,

Pengutusan tujuh puluh  murid oleh Yesus disertai dengan nasehat dan peringatan. Pertama-tama, para murid diutus seperti domba di tengah-tengah serigala. Domba melambangkan kelembutan dan ketidakberdayaan. Harus tetap memegang teguh amanat perutusan dengan kelembutan hati walau harus berhadapan dengan kerasnya tantangan hidup. Kemudian tak boleh memberi salam dalam perjalanan. Bukan memupuk sikap angkuh atau tak mau bertegur sapa, tetapi agar fokus pada tujuan utama perutusan. Maklumlah memberi salam dalam tradisi Yahudi tidak cukup hanya “say hello” tetapi saling menyapa dan bahkan singgah ke rumah yang tentu saja memakan waktu yang lama sehingga tujuan perutusan bisa terbengkelai. Akhirnya Tuhan mengajarkan agar selalu membawa damai-sejahtera, kalau pun tak diterima berkahnya akan kembali kepada kita. Tak ada kata sia-sia untuk sebuah perbuatan baik, inilah pesan pokoknya. Maka jangan berhenti apalagi putus asa untuk mewartakan dan menebarkan kebaikan.

Pagi hari sarapan roti,
roti bakar dan abon ikan.
Selamat pagi sahabat pelita hati,
jangan berhenti menebar kebaikan.
Ke Pekalongan membeli kain,
batik tulis halus semua.
Yesus menunjuk tujuhpuluh murid yang lain,
dan mengutus mereka berdua-dua.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here