Pelita Hati: 18.10.2023 – Menebar Damai-Sejahtera

0
653 views

Sahabat pelita hati,

PELITA sabda hari ini berkisah tentang Yesus yang menunjuk tujuh puluh murid yang lain dan mengutus mereka berdua-dua. Pesan utama dari pengutusan para murid adalah mewartakan dan membawa damai-sejahtera kepada setiap orang yang dijumpai. Mengapa damai-sejahtera? Damai sejahtera adalah tanda nyata kehadiran Kerajaan Allah. Di mana ada damai-sejahtera di situlah Kerajaan Allah hadir. Harus dipahami bahwa kerajaan Allah bukan suatu wilayah kekuasaan namun sebuah situasi di mana Allah meraja. Kedamaian akan terjadi ketika kita membiarkan Allah merajai dan menguasai kita. Dan hidup damai akan terkoyak ketika manusia ingin merajai dan menguasai sesamanya. Damai akan terkoyak ketika kelompok yang kuat berusaha untuk menjadi raja atas kelompok-kelompok lainnya. Penjajahan suatu negara yang kuat terhadap negara lain pastilah akan menimbulkan rasa tidak damai.

Sahabat terkasih,

Sebagai murid-murid Yesus di masa kini, kita pun mendapat tugas dan perutusan yang sama yaitu mewartakan dan menghadirkan damai sejahtera di mana pun kita hidup dan berada. Marilah kita hayati panggilan dan perutusan Tuhan ini dengan sepenuh hati, seturut dengan panggilan kita masing-masing. Tetap semangat dan berkah Dalem.

Sekarang Kualanamu dahulu bandara Polonia,
Bandara kebanggaan di Sumatra Utara.
Pergilah ke seluruh dunia,
wartakan damai-sejahtera.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah DalemSt. Istata Raharjo,Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

————————————————————————————

Bacaan:

2Tim.4:10-17a

Lukas 10:1-9

Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. (Luk.10:1-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here